POJOKBANTEN.COM, LEBAK— Setelah bertahun-tahun menghadapi jalan rusak, warga Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mulai menyiapkan diri menyambut rencana pembangunan akses utama mereka.
Warga bersama Camat Cikulur M. Iwan Arsiwan dan Kapolsek Cikulur AKP Mulyadi turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki aliran air di sekitar badan jalan, Minggu (4/10/2026).
Kerja bakti tersebut dilakukan sebagai langkah awal sebelum jalan yang telah mengalami kerusakan selama sekitar 20 tahun itu dibangun pemerintah daerah melalui anggaran perubahan.
Kondisi drainase dan aliran air menjadi perhatian warga karena pembangunan jalan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama apabila persoalan air tidak lebih dulu ditangani.
Camat Cikulur M. Iwan Arsiwan mengatakan, kehadirannya bersama Kapolsek Cikulur juga menjadi bagian dari silaturahmi dengan masyarakat. Terlebih, dirinya baru sekitar enam bulan menjabat sebagai camat.
“Hari ini saya bersama Kapolsek Cikulur tengah membersamai masyarakat Kampung Suminta untuk mengikuti kegiatan kerja bakti. Kerja bakti ini perlu dilakukan mengingat jika nantinya jalan ini dibangun, kondisi aliran air juga harus didahulukan agar bangunannya nanti awet,” kata Iwan kepada PojokBanten.com di lokasi, Minggu.
Menurut dia, kepedulian warga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Kalau bukan warga yang peduli mau siapa lagi. Maka dari itu kami dari pemerintah kecamatan mengapresiasi langkah awal yang dilakukan masyarakat Kampung Suminta ini,” ujarnya.
Iwan mengatakan, masyarakat terlihat antusias karena pembangunan jalan yang selama ini dinantikan mulai mendapatkan kepastian.
“Alhamdulillah mereka tampak antusias sekali dan gembira karena harapan yang ditunggu-tunggu akhirnya bisa terwujud. Insyaallah dalam waktu dekat ini,” katanya.
Dia menjelaskan, rencana pembangunan jalan tersebut menggunakan konstruksi beton atau cor dengan panjang sekitar 500 meter dan lebar 3 meter.
Di sisi lain, Kapolsek Cikulur AKP Mulyadi mengapresiasi kekompakan warga yang tetap bergotong royong meski pembangunan jalan belum dimulai.
“Alhamdulillah saya melihat warga di sini sangat kompak. Saya dari kepolisian turut mendukung apa yang dilakukan masyarakat,” kata Mulyadi.
Menurut dia, semangat warga tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak.
“Ini perlu kita apresiasi. Meskipun jalannya belum dibangun, tetapi antusias masyarakat sangat kuat,” ujarnya.
Mulyadi berharap pembangunan jalan segera terealisasi, terlebih musim penghujan akan segera tiba.
“Kami pun sama berharap semoga harapan masyarakat memiliki jalan yang layak bisa segera terwujud. Sebentar lagi sudah memasuki musim penghujan, jadi sangat kewalahan kalau kondisinya rusak seperti ini,” katanya.
Rusak 20 Tahun, Warga Mengaku Jenuh Menunggu
Ketua RT setempat, Sujana, mengatakan kerusakan jalan di Kampung Suminta bukan persoalan baru. Menurut dia, kondisi jalan telah rusak parah selama sekitar 20 tahun dan belum pernah mendapatkan perbaikan yang memadai.
Panjang jalan yang mengalami kerusakan, kata Sujana, mencapai sekitar 700 meter.
Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari warga. Jalan itu menjadi akses masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, sekaligus jalur penghubung antarkecamatan, yakni Cikulur, Warunggunung, dan Cibadak.
“Kerusakan jalan ini sudah lama dan panjangnya sekitar kurang lebih 700 meter. Kalau sudah musim hujan, Masyaallah, kewalahan sekali,” kata Sujana.
Menurut dia, kondisi jalan yang licin dan berlubang juga membahayakan warga.
“Anak-anak banyak yang nyeker kalau ke sekolah dan banyak terjadi kecelakaan tergelincir seperti pedagang dan masyarakat ketika melintasi jalan ini,” ujarnya.
Karena itu, warga berharap rencana pembangunan yang kembali disampaikan pemerintah kali ini benar-benar direalisasikan.
Sujana mengaku masyarakat sudah lelah menunggu karena rencana perbaikan jalan tersebut sebelumnya beberapa kali disampaikan, tetapi belum kunjung terealisasi.
“Semoga kabar rencana perbaikan jalan ke kampung kami tidak meleset lagi. Kami sebenarnya sudah capek dan jenuh kalau harus dibohongi lagi. Tapi sekali lagi, mudah-mudahan kali ini kabar tersebut benar-benar direalisasikan,” katanya.
Sebelumnya, jalan Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, telah beberapa kali dijanjikan untuk diperbaiki. Namun, hingga kini kerusakan masih dirasakan warga.
Kini, warga memilih tidak sekadar menunggu. Mereka bergotong royong membenahi lingkungan sekitar jalan sebagai bentuk kesiapan menyambut rencana pembangunan.
Bagi warga, pembangunan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur. Jalan tersebut menjadi akses penting untuk pendidikan, aktivitas ekonomi, pekerjaan, serta mobilitas masyarakat antarkecamatan.
Harapan warga kini bertumpu pada realisasi anggaran perubahan pemerintah daerah agar jalan yang telah rusak selama puluhan tahun itu tidak kembali berhenti sebagai janji. (Red)
Halaman : 1 2 Selanjutnya







