Menurutnya, tidak tersebut sangat tidak etis dilakukan oleh seorang Bupati Lebak.
Terlebih mahasiswa khawatir, sifat arogansi ini akan berdampak terhadap masyarakat Lebak.
“Mereka saja berani menindas seorang PNS, bagaiman dengan masyarakat kecil, kami riskan,” ujarnya.
“Pemimpin itu harus berkualitas, memiliki jiwa kepemimpinan yang arogan yang tinggi,” tambahnya.
Selain itu, Kumala juga menyoroti terkait pernyataan yang disampaikan oleh mantan Bupati Lebak dua periode, yakni Mulyadi Jayabaya (JB).
Mereka mendesak JB agar membuktikan dugaan, jika rumah aspirasi Hasbi Jayabaya digunakan sebagai jual beli jabatan Pemkab Lebak.
“Kami mendesak, atas dasar adanya dugaan jual beli jabatan untuk segera dibuktikan. Ini adalah keresahan bersama,” pungkasnya.
Jurnalis Pojokbanten.com sudah berupaya mengkonfirmasi Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namu belum mendapatkan jawaban. (Radit)
Halaman : 1 2







