
POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mencatat perputaran uang sektor pariwisata di wilayahnya mencapai sekitar Rp20 miliar selama libur Lebaran 2026 atau Idulfitri 1447 Hijriah.
Dari data yang dihimpun PojokBanten.com, angka tersebut merupakan hasil estimasi dari jumlah kunjungan wisatawan yang hingga hari kelima libur Lebaran telah menembus 200 ribu orang.
Kepala Disparbud Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, mengatakan nilai tersebut masih berpotensi meningkat seiring masih berlangsungnya masa libur sekolah.
“Kalau diasumsikan satu orang mengeluarkan uang Rp100 ribu, berarti uang yang berputar sekitar Rp20 miliar,” ujar Rahmat kepada wartawan, Jumat (3/4/2026).
Rahmat menjelaskan, perhitungan tersebut tidak hanya berasal dari transaksi di lokasi wisata, tetapi juga mencakup seluruh pengeluaran wisatawan sejak keberangkatan hingga kembali ke daerah asal.
“Perputaran uang itu dari banyak aktivitas, mulai beli bensin, oleh-oleh, makan minum, sampai kebutuhan lain selama perjalanan wisata,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan hingga hari kelima libur Lebaran 2026 telah mencapai sekitar 200 ribu pengunjung di berbagai destinasi wisata di Pandeglang. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga akhir masa libur Lebaran dan libur sekolah.
“Ini belum berakhir liburannya. Masih ada libur sekolah, jadi biasanya kita hitung sampai akhir liburan Lebaran,” ucapnya.
Menurut Rahmat, destinasi wisata pantai masih menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Pandeglang selama periode libur Lebaran.
“Yang paling banyak dikunjungi masih wisata pantai,” ujarnya.
Meski terjadi lonjakan kunjungan, Disparbud belum merinci besaran pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari sektor pariwisata. Hal itu disebabkan sumber penerimaan berasal dari berbagai komponen, seperti retribusi dan pajak yang dikelola instansi berbeda.
“Kalau yang retribusi itu dari objek wisata yang memang masuk ke kami, seperti Cisolong dan Cikoromoy. Sementara pajak masuk ke Bapenda,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, pada periode Lebaran tahun sebelumnya jumlah kunjungan wisatawan hingga akhir libur mencapai sekitar 400 ribu orang.
Rahmat berharap tren positif sektor pariwisata Pandeglang terus berlanjut, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan.
“Saya berharap wisata Pandeglang terus berkembang, tapi pengunjung juga harus memperhatikan aspek keselamatan dan kebersihan,” pungkasnya. (Daffa)
Halaman : 1 2







