FPTI Banten Tancap Gas! Bangun Regenerasi Atlet, Bidik Prestasi Porprov VII 2026

Minggu, 27 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum FPTI Banten Rendy Allanika bersama jajaran pengurus mengikuti Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FPTI Banten 2026 di Aula KONI Provinsi Banten, Serang, Minggu (27/9/2026). Rakerprov menjadi langkah awal menyusun program pembinaan dan persiapan menghadapi Porprov VII Banten 2026.

Ketua Umum FPTI Banten Rendy Allanika bersama jajaran pengurus mengikuti Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FPTI Banten 2026 di Aula KONI Provinsi Banten, Serang, Minggu (27/9/2026). Rakerprov menjadi langkah awal menyusun program pembinaan dan persiapan menghadapi Porprov VII Banten 2026.

POJOKBANTEN.COM, SERANG – Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Banten mulai menyusun fondasi pembinaan olahraga panjat tebing secara berkelanjutan setelah terbentuknya kepengurusan baru masa bakti 2026-2030.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FPTI Banten 2026 yang digelar di Aula KONI Provinsi Banten, Minggu (27/9/2026).

Rakerprov menjadi forum kerja pertama kepengurusan FPTI Banten periode 2026-2030. Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus FPTI Banten, ketua dan perwakilan Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI kabupaten/kota, serta jajaran KONI Provinsi Banten.

Mengusung tema “Membangun Fondasi, Menyiapkan Prestasi”, forum tersebut tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga diarahkan untuk menyatukan visi antara Pengprov, Pengcab, dan seluruh bidang kepengurusan.

Ketua Umum FPTI Banten Rendy Allanika mengatakan, pengurus baru harus bergerak cepat karena sejumlah agenda olahraga telah menanti. Namun, kecepatan tersebut harus disertai arah pembinaan yang jelas.

“Sejak SK kepengurusan kami terima, praktis kami sudah langsung dihadapkan dengan berbagai agenda. Karena itu kami tidak punya banyak waktu untuk berjalan pelan. Tapi yang paling penting, kita bukan hanya harus bergerak cepat, kita juga harus bergerak dengan arah yang jelas,” ujar Rendy, Minggu (27/9/2026).

Menurut Rendy, panjat tebing selama ini menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi terhadap prestasi Banten. Karena itu, capaian tersebut perlu dipertahankan sekaligus diperkuat melalui sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet secara berkelanjutan.

Ia menilai ketergantungan terhadap satu atau dua atlet tidak cukup untuk menjaga kesinambungan prestasi.

“Prestasi yang kuat tidak bisa hanya bergantung kepada satu atau dua atlet. Kita harus membangun sistem. Regenerasi atlet harus berjalan, pelatih dan sumber daya manusia harus terus berkembang, Pengcab harus aktif melakukan pembinaan, dan seluruh bidang harus menjalankan perannya,” katanya.

Dalam Rakerprov, masing-masing bidang menyampaikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan hingga akhir 2026 serta rancangan program untuk tahun berikutnya.

Sejumlah agenda strategis turut menjadi pembahasan, antara lain persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing, penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan sumber daya manusia, serta pengembangan organisasi.

Penguatan Pengcab juga menjadi perhatian karena struktur organisasi di tingkat kabupaten dan kota menjadi bagian penting dalam membangun basis pembinaan atlet.

“Penguatan sinergitas antara pengurus provinsi dan pengurus cabang tingkat kabupaten dan kota, menjadi perhatian serius,” ujar Rendy.

Menurut dia, hubungan Pengprov dan Pengcab tidak semestinya hanya terbangun ketika menghadapi pertandingan ataupun memenuhi kebutuhan administratif organisasi.

Hubungan tersebut perlu dikembangkan menjadi kerja bersama dalam pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan sumber daya manusia, pengembangan organisasi, hingga penyelesaian persoalan pembinaan di daerah.

Rendy juga menegaskan FPTI Banten tidak boleh bergantung pada ketua umum maupun segelintir pengurus. Setiap pengurus, kata dia, memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan menjalankan program sesuai bidangnya.

“FPTI Banten bukan organisasi Ketua Umum. Federasi ini milik kita bersama. Semua pengurus memiliki ruang untuk berbuat, menyampaikan gagasan dan membuat program, tetapi ruang itu juga harus diikuti dengan tanggung jawab untuk mengawal program sampai benar-benar berjalan,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan periode 2026-2030 tidak hanya menghasilkan agenda pertandingan dan medali, tetapi juga meninggalkan sistem pembinaan yang lebih kuat.

“Kalau kita memang harus berlari, maka kita harus berlari bersama. Saya ingin ketika masa kepengurusan ini selesai nanti, kita bisa melihat bahwa yang kita bangun bukan hanya pertandingan dan medali, tetapi organisasi yang lebih kuat, sistem pembinaan yang lebih baik, regenerasi yang berjalan, Pengcab yang semakin hidup, serta prestasi yang terus lahir untuk Banten dan Indonesia,” ujarnya. (Red)

 

Popular

Polda Banten Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolda Cup 2026, Jaring Atlet eSport Terbaik Menuju Kapolri Cup
Menuju PON 2032: Banten–Lampung Menguat, Kota Serang Tancap Gas Siapkan Infrastruktur
ORADO Lebak Matangkan Persiapan Kejuaraan Kabupaten, Terima Bantuan Meja Domino dari Pengurus Provinsi
MUI Perbolehkan Olahraga Domino di Lebak: Selagi Tidak Ada Unsur Judi 

Popular

Minggu, 27 September 2026 - 12:17

FPTI Banten Tancap Gas! Bangun Regenerasi Atlet, Bidik Prestasi Porprov VII 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:25

Polda Banten Gelar Turnamen Mobile Legends Kapolda Cup 2026, Jaring Atlet eSport Terbaik Menuju Kapolri Cup

Rabu, 8 April 2026 - 02:01

Menuju PON 2032: Banten–Lampung Menguat, Kota Serang Tancap Gas Siapkan Infrastruktur

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:26

ORADO Lebak Matangkan Persiapan Kejuaraan Kabupaten, Terima Bantuan Meja Domino dari Pengurus Provinsi

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:22

MUI Perbolehkan Olahraga Domino di Lebak: Selagi Tidak Ada Unsur Judi 

Berita Terbaru