POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibitung, Manglid di Pandeglang sempat menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan dugaan adanya belatung dalam salah satu porsi makanan yang dibagikan kepada siswa.
Peristiwa itu disebut terjadi di SD Negeri Cikadu 1, memicu kekhawatiran orang tua siswa serta mempertanyakan standar pengawasan kualitas makanan dalam program MBG.
Menanggapi viralnya kasus tersebut, Kepala SPPG Cibitung Manglid, Nabila Rifka Aritrisna, menyatakan pihaknya telah melakukan penelusuran langsung ke lapangan dengan melibatkan pihak sekolah.
“Kami perwakilan SPPG sudah bertemu dengan guru, kepala sekolah serta koordinator wilayah. Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa yang dianggap belatung dalam porsi MBG itu ternyata ulat yang hinggap di buah jeruk,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Dari hasil penelusuran internal tersebut, SPPG menyimpulkan bahwa temuan itu bukan berasal dari proses produksi makanan utama, melainkan diduga akibat faktor alami pada buah yang disertakan dalam menu.
Menurut Nabila, proses sortir (penyortiran) bahan pangan sebelumnya telah dilakukan sesuai prosedur. Namun, ia mengakui bahwa komoditas buah memiliki risiko perubahan kualitas dalam waktu singkat.
“Buah-buahan saat proses sortir masih dalam kondisi baik, tetapi saat didistribusikan bisa mengalami pembusukan secara alamiah,” jelasnya.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) SPPG Cibitung Manglid, Afifudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah korektif dengan mengumpulkan seluruh relawan guna memperketat pengawasan mutu.
“Kami sudah kumpulkan para relawan dan menekankan pentingnya menjaga kualitas serta kuantitas menu MBG, termasuk meningkatkan kontrol bahan pangan,” katanya.
Tak hanya di tingkat dapur produksi, penguatan pengawasan juga diperluas hingga ke titik distribusi di sekolah. Afifudin menyebut pihaknya telah menginstruksikan seluruh PIC sekolah untuk melakukan pengecekan ulang sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
“Jika ditemukan menu yang dianggap tidak layak, pihak sekolah wajib segera melaporkan ke SPPG dan akan langsung kami ganti,” tegasnya.
Dalam perkembangan lebih lanjut, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala Regional turut melakukan inspeksi langsung ke lokasi SPPG Manglid. Hasilnya, sejumlah rekomendasi perbaikan dikeluarkan guna meningkatkan standar operasional.
Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Manglid untuk sementara dihentikan.
“Mulai hari Senin kami berhenti beroperasi dulu sesuai arahan BGN, dan saat ini sedang melakukan perbaikan berdasarkan rekomendasi,” ungkap Afifudin.
Ia menambahkan, layanan MBG baru akan kembali berjalan setelah seluruh catatan perbaikan dipenuhi.
“SPPG Manglid akan beroperasi kembali ketika semua rekomendasi sudah diselesaikan. Kami mohon doa agar bisa segera berjalan kembali,” pungkasnya. (Red)







