POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Jauh sebelum menyandang pangkat jenderal bintang empat dan dipercaya menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto lebih dulu merintis karier dari lapangan. Jejak awal perjalanan itu masih diingat Regen Abdul Aris, mantan anggota Brimob yang kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Lebak, Banten.
Di mata Regen, Suyudi bukan sosok yang tiba-tiba berada di pucuk pimpinan Polri. Kariernya ditempa melalui sejumlah penugasan, termasuk ketika masih berada di lingkungan Brimob wilayah Banten pada era 2000-an.
Regen menyebut dua karakter Suyudi yang paling diingatnya. Suyudi dinilai sebagai sosok yang rendah hati atau humble, tetapi tetap tegas ketika berhadapan dengan anggota.
“Orangnya humble dan tegas. Tegas ke anggota,” kata Regen kepada PojokBanten.com, Minggu (4/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Regen seusai Suyudi berziarah ke makam kakek dan neneknya di tempat pemakaman umum (TPU) Kampung Lebak Picung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Regen mengaku pernah berada dalam lingkungan Brimob ketika Suyudi menjalani penugasan di wilayah Banten.
Menurut dia, pada era 2000-an Suyudi pernah berada di Kompi Brimob wilayah Banten yang saat itu masih berada dalam struktur Brimob Polda Jawa Barat.
“Pokoknya tahun 2000-an beliau di Kompi Brimob di sini, waktu masih Brimob Jabar, Banten-Jabar,” ujar Regen.
Bagi Regen, perjalanan Suyudi dari lingkungan Brimob hingga menjadi Kapolri bukan perjalanan singkat.
“Awal rintisan karier di Brimob itu tidak mudah,” katanya.
Regen bahkan mengaku bangga melihat perjalanan karier Suyudi yang kini mencapai puncak kepemimpinan Polri.
“Bangga saja karena karier awal dari Brimob, terus menjadi Kapolri. Perjalanannya tidak mudah,” ujarnya.
Dari Reserse hingga Kapolri
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya kemudian banyak dibangun melalui penugasan di bidang reserse, terutama di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Ia pernah menjabat Kapolsek Pasar Minggu sebelum dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di bidang reserse. Kariernya terus menanjak hingga menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017 dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019.
Setelah itu, Suyudi dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di Bareskrim Polri.
Pada 2023, ia ditunjuk menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, Suyudi dipercaya menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua.
Perjalanan karier Suyudi kemudian berlanjut ke Badan Narkotika Nasional (BNN). Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025.
Namun, perjalanan karier tersebut belum berhenti.
DPR RI menyetujui Suyudi sebagai Kapolri dalam rapat paripurna pada Kamis (1/10/2026). Ia kemudian dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dari seorang perwira yang pernah merintis karier di lingkungan Brimob Banten, Suyudi kini memimpin institusi kepolisian dengan ratusan ribu personel di seluruh Indonesia.
“Bangga itu karena dari awal kariernya dari Brimob sampai menjadi Kapolri,” kata Regen.
Kembali ke Lebak Setelah Dilantik
Tak lama setelah resmi menjadi Kapolri, Suyudi kembali ke Banten. Pada Minggu (4/10/2026), ia datang ke Kampung Lebak Picung, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kedatangannya kali ini bukan untuk agenda kedinasan, melainkan untuk berziarah ke makam kakek dan neneknya.
Suyudi tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung sederhana dan bersifat pribadi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun PojokBanten.com, Suyudi datang bersama sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, mantan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, serta Kapolres Lebak AKBP Arninsi beserta jajaran.
Usai berziarah, Suyudi melanjutkan perjalanan untuk makan sebelum meninggalkan Kabupaten Lebak.
Bagi Regen, kedatangan Suyudi ke Lebak tidak hanya menjadi momen untuk mengenang keluarga. Kunjungan tersebut juga memperlihatkan sisi lain seorang pejabat tinggi negara yang baru saja dipercaya memimpin institusi kepolisian.
Regen berharap jabatan baru tidak mengubah karakter Suyudi yang selama ini dikenalnya. Ia berharap Suyudi tetap menjadi pemimpin yang rendah hati, tegas, bijaksana, sekaligus bertanggung jawab terhadap seluruh anggota Polri.
“Semoga menjadi Kapolri yang bijak dan bertanggung jawab kepada anak buah,” ujar Regen.
Menurut Regen, kepemimpinan Suyudi ke depan akan diuji bukan hanya melalui kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari kemampuannya memimpin anggota di tengah tuntutan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Harapannya biar lebih baik lagi,” katanya. (Red)







