POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Puluhan warga Kampung Gerewel, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, bergotong royong memperbaiki jalan desa sepanjang sekitar 100 meter dengan cara mengecor secara swadaya, Minggu (27/9/2026).
Biaya perbaikan jalan tersebut berasal dari uang patungan masyarakat dan sumbangan sejumlah warga yang peduli terhadap kondisi infrastruktur di lingkungan mereka.
Jalan yang diperbaiki itu bukan sekadar akses permukiman. Jalur tersebut juga menjadi akses menuju Kantor Desa Karyajaya dan Kantor Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Kondisi tersebut membuat kerusakan jalan dirasakan langsung oleh warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ketika menuju fasilitas pemerintahan desa.
Pantauan PojokBanten.com, Minggu (27/9/2026) pagi, puluhan warga dari berbagai usia terlihat bahu-membahu mengerjakan pengecoran. Sebagian warga mengaduk campuran semen dan pasir, sementara lainnya meratakan material cor di badan jalan.
Warga menyebut jalan tersebut telah mengalami kerusakan cukup parah selama beberapa tahun. Kondisinya dinilai semakin berisiko karena jalur berada di kawasan tanjakan, terlebih menjelang musim penghujan.
Salah seorang warga Kampung Gerewel, Buhori, mengatakan perbaikan dilakukan atas inisiatif masyarakat karena warga khawatir kerusakan jalan semakin membahayakan pengguna kendaraan.
“Hari ini masyarakat sedang mengadakan perbaikan jalan atau membangun jalan cor beton sepanjang kurang lebih 100 meter, dari masjid Kampung Gerewel sampai ke depan Kopdes Merah Putih dan Kantor Desa Karyajaya,” kata Buhori kepada PojokBanten.com, Minggu (27/9/2026).
Menurut Buhori, anggaran pembangunan berasal dari hasil patungan masyarakat serta bantuan sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi jalan.
Ia mengatakan kerusakan jalan sudah berlangsung selama beberapa tahun dan belum diperbaiki secara menyeluruh. Posisi jalan yang menanjak membuat warga semakin khawatir, terutama ketika hujan turun.
“Ini murni langkah kami mengingat jalan ini kondisinya rusak berat dan posisinya ada di tanjakan. Kami khawatir terjadi kecelakaan, apalagi sekarang sudah mau memasuki musim penghujan,” ujarnya.
Menurut dia, sejumlah warga bahkan pernah mengalami kecelakaan ketika melintasi jalan tersebut.
“Sudah banyak warga yang terguling akibat jalan rusak ini,” kata Buhori.
Bukan untuk Menyudutkan Pemerintah Desa
Buhori menegaskan, gotong royong tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pemerintah desa. Warga, kata dia, hanya ingin mengambil langkah untuk memperbaiki akses yang digunakan sehari-hari.
“Ini kita tidak menjelekkan siapa pun, termasuk pemerintahan desa. Ini bentuk kepedulian kami sebagai warga di sini,” tuturnya.
Ia mengatakan Kepala Desa Karyajaya juga turut memberikan bantuan berupa 10 sak semen untuk mendukung perbaikan jalan tersebut.
Meski demikian, pengerjaan jalan tetap dilakukan melalui swadaya masyarakat. Warga bergotong royong mulai dari pengumpulan biaya hingga pengerjaan pengecoran di lokasi.
Perbaikan jalan tersebut menunjukkan bagaimana persoalan infrastruktur dasar di tingkat desa dapat bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Terlebih, jalur yang diperbaiki bukan hanya digunakan warga, tetapi juga menjadi akses menuju pusat pemerintahan desa dan Kopdes Merah Putih.
Bagi warga Kampung Gerewel, pengecoran sepanjang sekitar 100 meter itu bukan semata pembangunan fisik. Langkah tersebut juga menjadi upaya mengurangi risiko kecelakaan di jalur yang mereka gunakan setiap hari, terutama saat kondisi jalan licin pada musim hujan. (Red)







