Pemadaman Listrik Lebak Molor, Pelaku Usaha Ikan Terancam Rugi dan Warga Mengeluh

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor PT PLN (Persero) ULP Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (10/10/2026). 

Kantor PT PLN (Persero) ULP Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (10/10/2026). 

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Pemadaman listrik yang berlangsung hingga malam hari di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat (9/10/2026), dikeluhkan warga karena melebihi jadwal yang diumumkan PT PLN. Selain mengganggu kegiatan masyarakat, keterlambatan pemulihan listrik tersebut memaksa pelaku usaha perikanan mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga kelangsungan usahanya.

Berdasarkan surat pemberitahuan pemadaman sementara dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Malingping, pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB. Wilayah terdampak meliputi Desa Ciruji, Cidahu, Cisampih, Cilegong Ilir, serta sebagian Desa Jalupang Girang.

Namun, pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik tidak selesai sesuai jadwal yang diumumkan. Akibatnya, warga harus menghadapi pemadaman lebih lama dari yang diperkirakan, sementara sebagian kegiatan masyarakat dan usaha bergantung pada ketersediaan listrik.

Yudha, warga Desa Cilegong Ilir, mengatakan pemadaman yang berlangsung hingga melewati batas waktu pemberitahuan mengganggu kegiatan keluarga yang telah direncanakan sebelumnya. Pada hari tersebut, keluarganya tengah menggelar acara tasyakuran.

“Sebagai konsumen tentu kami merasa dirugikan, apalagi pada hari tersebut tengah melaksanakan acara tasyakuran, yang mengakibatkan acara yang sudah direncanakan tidak berjalan maksimal,” kata Yudha kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Yudha, masyarakat memahami bahwa pemadaman dapat dilakukan untuk mendukung pemeliharaan jaringan listrik. Namun, ia berharap PLN dapat memastikan pekerjaan selesai sesuai jadwal atau memberikan informasi apabila terjadi perubahan waktu.

“Sebetulnya, kami menghormati jika dari PLN ada pekerjaan pemeliharaan jaringan. Namun, jika melewati batas waktu pemberitahuan, itu merupakan kelalaian pihak terkait,” tegasnya.

Dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan. Salah satunya Majid, pelaku usaha perikanan yang mengandalkan listrik untuk menjalankan sistem sirkulasi air dalam usaha budidaya ikannya.

Ketika listrik terputus, sistem sirkulasi air tidak dapat beroperasi secara normal. Kondisi tersebut berisiko mengurangi pasokan oksigen bagi ikan dan meningkatkan kemungkinan ikan mati.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Majid terpaksa mengoperasikan generator set (genset) sebagai sumber listrik alternatif. Langkah itu membuatnya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar, dengan kebutuhan mencapai sekitar delapan liter dalam sehari.

“Dampak mati listrik, yang paling dirugikan itu dibandingkan usaha yang lain yaitu usaha ikan ini, karena sirkulasinya mati, salah satu solusinya harus menggunakan genset,” ungkapnya.

Majid mengatakan risiko kerugian akibat pemadaman listrik bukan persoalan baru bagi usahanya. Ia mengaku pernah kehilangan hampir satu kuintal ikan karena kejadian serupa.

“Pernah waktu itu kejadian, mati lampu, mengalami kerugian hampir satu kuintal, ikan mati,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuatnya harus mengantisipasi setiap pemadaman listrik, terutama ketika berlangsung lebih lama dari perkiraan. Selain mengeluarkan biaya bahan bakar genset, pelaku usaha perikanan juga menghadapi risiko kehilangan hasil budidaya apabila sistem sirkulasi air tidak berfungsi dalam waktu tertentu.

Menanggapi keluhan pelanggan, Manajer PLN ULP Malingping, Arie Firmansyah, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat pemadaman listrik yang berlangsung melebihi jadwal.

Arie mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari petugas lapangan, keterlambatan tersebut berkaitan dengan kendala saat pekerjaan penggantian kabel jaringan listrik.

“Tadi berdasarkan informasi dari teman-teman di lapangan, ada kendala di pekerjaannya. Pada pergantian kabel ada kendala, informasinya,” kata Arie.

Meski demikian, ia mengaku belum menerima penjelasan terperinci mengenai kendala yang menyebabkan pekerjaan tersebut melampaui waktu yang telah ditentukan.

Arie menyatakan PLN akan mengevaluasi tim pelaksana agar pekerjaan pemeliharaan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan sesuai dengan jadwal yang telah disampaikan kepada pelanggan.

“Ini ada pergantian kabel, nanti kita coba dievaluasi dulu timnya. Jadi kalau ada pemadaman, harus sesuai dengan jadwal. Kalau misalkan jam empat, maka jam empat harus nyala,” ujarnya.

Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi PLN.

“Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan evaluasi bagi kami, agar ke depannya tidak terulang kembali,” tutupnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya keandalan layanan listrik, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan energi secara terus-menerus. Ketepatan jadwal pemadaman, kecepatan penanganan kendala, serta keterbukaan informasi kepada pelanggan menjadi hal penting untuk meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat gangguan layanan listrik.

Bagi pelaku usaha perikanan, pemadaman berkepanjangan tidak hanya berarti terhentinya aktivitas, tetapi juga menambah biaya operasional dan meningkatkan risiko kerugian. Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan pemeliharaan jaringan menjadi penting agar pekerjaan teknis tidak menimbulkan beban lebih besar bagi pelanggan. (Red)

 

Popular

Direktur PT Awinet Global Mandiri Dukung Penertiban Kabel Fiber Optik di Pandeglang
Patroli Polres Pandeglang Sambangi Kuliner Gedung Juang, Disambut Hangat Paguyuban
Tercatat Desil 3, 15 Tahun Menjaga Makam Tanpa Gaji, Saen Bertahan di Gubuk Bilik
Bupati-Wabup Tak Hadir, Paripurna APBD 2027 Lebak Ditunda, Wabup Amir Hamzah: “No Comment”
Ironi Jalan Menuju Kantor Desa dan Kopdes Merah Putih di Lebak Dicor Pakai Uang Patungan Warga
Polisi Cimarga Berhasil Temukan Keluarga Pria Asal NTT yang Ditemukan di Perkebunan Lebak
Redaksi Media Indosatunews.com dan Pusatsi.com Gelar Santunana
Gubernur Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Popular

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

Direktur PT Awinet Global Mandiri Dukung Penertiban Kabel Fiber Optik di Pandeglang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:58

Patroli Polres Pandeglang Sambangi Kuliner Gedung Juang, Disambut Hangat Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:15

Pemadaman Listrik Lebak Molor, Pelaku Usaha Ikan Terancam Rugi dan Warga Mengeluh

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Tercatat Desil 3, 15 Tahun Menjaga Makam Tanpa Gaji, Saen Bertahan di Gubuk Bilik

Selasa, 29 September 2026 - 00:47

Bupati-Wabup Tak Hadir, Paripurna APBD 2027 Lebak Ditunda, Wabup Amir Hamzah: “No Comment”

Berita Terbaru