POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG – Masjid Agung Caringin di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang, salah satu bukti sejarah penyebaran Agama Islam di Banten.
Masjid yang dibangun pasca meletusnya Gunung Krakatau bernama Masjid As-Salafie. Pembangunan dilakukan tepat pada tahun 1887 silam atau empat tahun setelah Gunung Krakatau meletus.
Menurut sejarah, Masjid Agung Caringin didirikan oleh salah seorang tokoh Ulama termasyhur di Banten, yakni Syech Asnawi Caringin.
Saat ini kondisi bangunan Masjid yang sudah berusia 136 tahun itu masih terlihat kokoh, dan struktur bangunan sejak awal hingga sekarang tidak ada perubahan, masih terlihat asli dan kuat.
Terlihat jelas, bangunan Masjid kuno tersebut masih terlihat bagus, kokoh dan terawat. Struktur bangunan awal hingga saat ini masih tetap sama, meski pernah dilakukan pemeliharaan.
Namun, struktur bangunan tidak pernah ada yang dirubah. Karena masyarakat sekitar sangat menjaga nilai sejarah dari bangunan Masjid tersebut.
Konon, arsitektur bangunan Masjid tersebut perpaduan antara model arsitektur lokal dan Eropa. Model bangunan lokal terlihat dari empat tiang penopang utama yang disebut Soko Guru.
Dan kalau melihat bagian atas ambang pintu, terlihat ada ukiran Singer.
Sedangkan gaya bangunan arsitektur Eropa, bisa dilihat dari dinding bangunan yang cukup tebal, berbeda dengan bangunan-bangunan bisa.
Bahkan, bangunan Masjid As-Salafie tersebut sudah masuk Benda Cagar Budaya (BCB). Dan mulai pemugaran bangunan pada tahun 1984 oleh Dirjen Kebudayaan.
Bangunan Masjid As-Salafie tersebut juga nampaknya mampu meningkatkan prekonomian masyarakat sekitar. Karena Masjid bersejarah itu biasanya pada Hari Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi wisatawan.
Karena, tidak sedikit warga sekitar yang menjajakan oleh-oleh untuk dijual kepada para pengunjung.
Apa lagi lokasi Masjid itu berdekatan dengan Makam Syech Asnawi Caringin, yang merupakan pendiri bangunan Masjid tersebut, yang hingga saat ini pemakamannya banyak dikunjungi pencinta wisata religi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







