Masjid Agung Caringin di Pandeglang Bukti Sejarah Penyebaran Islam di Banten

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Masjid As-Salafie di Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang merupakan Masjid bersejarah di Pandeglang.

Bangunan Masjid As-Salafie di Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang merupakan Masjid bersejarah di Pandeglang.

POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG – Masjid Agung Caringin di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang, salah satu bukti sejarah penyebaran Agama Islam di Banten.

Masjid yang dibangun pasca meletusnya Gunung Krakatau bernama Masjid As-Salafie. Pembangunan dilakukan tepat pada tahun 1887 silam atau empat tahun setelah Gunung Krakatau meletus.

Menurut sejarah, Masjid Agung Caringin didirikan oleh salah seorang tokoh Ulama termasyhur di Banten, yakni Syech Asnawi Caringin.

Saat ini kondisi bangunan Masjid yang sudah berusia 136 tahun itu masih terlihat kokoh, dan struktur bangunan sejak awal hingga sekarang tidak ada perubahan, masih terlihat asli dan kuat.

Terlihat jelas, bangunan Masjid kuno tersebut masih terlihat bagus, kokoh dan terawat. Struktur bangunan awal hingga saat ini masih tetap sama, meski pernah dilakukan pemeliharaan.

Namun, struktur bangunan tidak pernah ada yang dirubah. Karena masyarakat sekitar sangat menjaga nilai sejarah dari bangunan Masjid tersebut.

Konon, arsitektur bangunan Masjid tersebut perpaduan antara model arsitektur lokal dan Eropa. Model bangunan lokal terlihat dari empat tiang penopang utama yang disebut Soko Guru.

Dan kalau melihat bagian atas ambang pintu, terlihat ada ukiran Singer.

Sedangkan gaya bangunan arsitektur Eropa, bisa dilihat dari dinding bangunan yang cukup tebal, berbeda dengan bangunan-bangunan bisa.

Bahkan, bangunan Masjid As-Salafie tersebut sudah masuk Benda Cagar Budaya (BCB). Dan mulai pemugaran bangunan pada tahun 1984 oleh Dirjen Kebudayaan.

Bangunan Masjid As-Salafie tersebut juga nampaknya mampu meningkatkan prekonomian masyarakat sekitar. Karena Masjid bersejarah itu biasanya pada Hari Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi wisatawan.

Karena, tidak sedikit warga sekitar yang menjajakan oleh-oleh untuk dijual kepada para pengunjung.

Apa lagi lokasi Masjid itu berdekatan dengan Makam Syech Asnawi Caringin, yang merupakan pendiri bangunan Masjid tersebut, yang hingga saat ini pemakamannya banyak dikunjungi pencinta wisata religi.

Popular

Sawah Kering Disulap Jadi “Bioskop Rakyat”, 500 Warga Angsana Nobar Film Perjuangan dan Dapat Edukasi
Sawah Gagal Panen, Penghasilan Terhenti, Polisi Bantu Lansia 75 Tahun di Lebak
Pabrik Gula di Pagelaran Pandeglang Belum Beroperasi, Warga Mengaku Tak Tahu Kelanjutannya
Polda Banten Buka Layanan SIM Keliling di Bayah, Catat Tanggal dan Syaratnya
Dongkrak Angka Kunjungan, Paguyuban UMKM Gedung Juang Pandeglang Gelar Lomba Karaoke
Semarak HUT RI ke-81 Bersama Maxim, Ratusan Warga Karaton Pandeglang Antusias Ikuti Jalan Santai
Jembatan Rusak Bertahun-tahun, Anggota DPRD Banten Bangun Akses Warga dengan Dana Pribadi
Jalan Penghubung Dua Desa Dibuka Lewat TMMD, Warga Patia: Impian Kami Akhirnya Terwujud

Popular

Jumat, 4 September 2026 - 22:55

Sawah Kering Disulap Jadi “Bioskop Rakyat”, 500 Warga Angsana Nobar Film Perjuangan dan Dapat Edukasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:43

Sawah Gagal Panen, Penghasilan Terhenti, Polisi Bantu Lansia 75 Tahun di Lebak

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:18

Pabrik Gula di Pagelaran Pandeglang Belum Beroperasi, Warga Mengaku Tak Tahu Kelanjutannya

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:02

Polda Banten Buka Layanan SIM Keliling di Bayah, Catat Tanggal dan Syaratnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:31

Dongkrak Angka Kunjungan, Paguyuban UMKM Gedung Juang Pandeglang Gelar Lomba Karaoke

Berita Terbaru