POJOKBANTEN.COM PANDEGLANG – Masyarakat dan pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tergabung dalam Aliansi Forum KDKMP Kabupaten Pandeglang resmi memberikan kuasa hukum kepada LBH KNPI Provinsi Banten terkait dugaan pengancaman, intimidasi, hingga ancaman pembunuhan saat aksi demonstrasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di depan Hotel Mutiara Carita, pada Senin 4 Mei 2026.
Pemberian kuasa hukum tersebut berkaitan dengan dugaan penjegalan aksi demonstrasi Forum KDKMP Kabupaten Pandeglang saat menyampaikan aspirasi pada 4 Mei 2026 lalu.
Diketahui, aksi tersebut dipicu persoalan pelatihan KDKMP yang dilaksanakan dalam dua etape. Etape pertama digelar pada 27–29 April 2026, sedangkan etape kedua berlangsung pada 4–7 Mei 2026.
Dalam aksi itu, massa Forum KDKMP Pandeglang menuntut agar kegiatan pelatihan dihentikan sementara hingga ada penjelasan dan klarifikasi terbuka terkait penggunaan anggaran kegiatan serta kejelasan hak-hak peserta pelatihan.
Namun, saat aksi berlangsung, massa mengaku mendapat tekanan dari sejumlah oknum yang diduga melakukan penjegalan aksi. Berdasarkan video yang beredar dan keterangan peserta aksi, situasi di lokasi juga disaksikan aparat kepolisian dan TNI yang berjaga.
Massa aksi menilai terdapat sejumlah oknum yang melontarkan kata-kata tidak pantas hingga diduga mengandung unsur pengancaman dan ancaman pembunuhan terhadap peserta demonstrasi.
Koordinator Aksi Forum KDKMP Kabupaten Pandeglang, Entis Sumantri, mengatakan aksi tersebut dilakukan semata-mata untuk menuntut keadilan atas hak-hak peserta pelatihan KDKMP.
“Kami hanya menuntut keadilan atas hak-hak kami sebagai peserta pelatihan KDKMP. Ada kewajiban dari pihak panitia kegiatan, yakni PT Garuda Solusi Kreatif, yang harus diberikan kepada peserta pelatihan. Karena yang kami terima dirasa tidak sebanding. Bahkan pelatihan ini terkesan dipaksakan karena tidak sesuai dengan kondisi objektif KDKMP di Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya, Minggu 10 Mei 2026.
Entis menegaskan, nilai anggaran kegiatan tersebut bukan angka kecil. Menurutnya, jika dikalkulasikan dari 339 desa dan kelurahan di Kabupaten Pandeglang, total anggaran pelatihan yang dikelola PT Garuda Solusi Kreatif mencapai lebih dari Rp5 miliar.
“Setiap desa mengeluarkan anggaran sekitar Rp14.980.000. Ini angka yang sangat fantastis,” tegasnya.
Meski demikian, Entis memastikan Forum KDKMP Pandeglang tetap mendukung Program Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi rakyat.
“Kami mendukung penuh program Asta Cita. Tetapi apabila realisasi pelaksanaannya seperti ini, maka justru akan mencoreng cita-cita besar Presiden itu sendiri,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi tersebut tidak ditujukan kepada pihak Hotel Mutiara Carita maupun tempat wisata setempat, melainkan bentuk kritik terhadap PT Garuda Solusi Kreatif selaku panitia pelaksana pelatihan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







