POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Gubernur Banten Andra Soni memanggil Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah ke Pendopo Gubernur di KP3B, Kota Serang, Selasa (31/3/2026).
Pemanggilan ini dilakukan menyusul memanasnya relasi politik di internal Pemerintah Kabupaten Lebak, pasca keributan yang melibatkan Hasbi Asyidiki Jayabaya. Pernyataan Hasbi yang menyinggung latar belakang pribadi Amir Hamzah memicu polemik terbuka, menjadi sorotan publik, dan memperlebar ketegangan di kalangan elite politik daerah.
Langkah Gubernur dinilai sebagai intervensi politik administratif untuk meredam eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan daerah. Upaya ini sekaligus menegaskan peran gubernur sebagai representasi pemerintah pusat dalam menjaga harmonisasi kepemimpinan di daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hasbi telah tiba lebih awal di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, Amir Hamzah belum terlihat hadir hingga pukul 11.44 WIB, memunculkan spekulasi mengenai dinamika komunikasi di antara kedua pimpinan tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, membenarkan agenda pemanggilan tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah itu merupakan bagian dari kewenangan gubernur dalam melakukan pembinaan terhadap kepala daerah.
“Pemanggilan terhadap kedua pimpinan daerah tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan dan klarifikasi atas dinamika yang terjadi,” ujar Deden kepada wartawan, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal de-eskalasi konflik politik di tingkat lokal, sekaligus memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Lebak tetap berjalan stabil dan tidak terdistraksi oleh friksi personal di level pimpinan.
Pemerintah Provinsi Banten juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah. Ketegangan yang berlarut dinilai tidak hanya berdampak pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas pelayanan publik.
Situasi ini menjadi ujian bagi soliditas kepemimpinan daerah, sekaligus cerminan bagaimana konflik elite lokal dapat dengan cepat bertransformasi menjadi isu publik yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan kedua pejabat daerah yakni Hasbi Asydiki Jayabaya dan Wakilnya Amir Hamzah belum memberikan keterangan resmi terkait tanggapan terkait pemanggilan tersebut. (Radit)







