POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Pandeglang, Banten, mulai mengerucut. Musyawarah Cabang (Mucab) yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB setempat pada Minggu (5/4/2026) sore tak sekadar menjadi forum rutin organisasi, tetapi juga menjadi panggung awal pertarungan pengaruh menuju konsolidasi kekuatan politik jelang Pemilu 2029.
Bertempat di kantor DPC, forum tersebut menghasilkan lima nama bakal calon ketua yang selanjutnya akan diserahkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP). Namun, sesuai mekanisme AD/ART partai, keputusan final tetap berada di tangan elite pusat, sebuah pola yang kerap memunculkan tarik-menarik antara aspirasi akar rumput dan kepentingan strategis nasional.
Dari pantauan di lokasi, kehadiran Wakil Ketua Umum DPP PKB, Rano Alfath, menjadi perhatian dalam agenda tersebut. Ia disambut jajaran pengurus DPC dengan pertunjukan rampak bedug khas Pandeglang sebagai simbol kultural sekaligus penguat konsolidasi politik daerah.
Rano menegaskan seluruh usulan dari tingkat cabang akan dibawa ke DPP untuk diputuskan secara final.
“Seluruh usulan dari pengurus DPC akan dibawa ke DPP, termasuk nama-nama calon ketua dan susunan pengurus. Nanti DPP yang akan menentukan siapa yang ditetapkan,” ujarnya kepada wartawan usai acara.
Meski demikian, ia memberi sinyal kuat adanya kecenderungan dukungan dari akar rumput terhadap figur petahana, Nawawi, untuk kembali memimpin DPC PKB Pandeglang.
“Tapi kalau lihat dari usulan bawah, kayaknya beliau lagi yang akan jadi,” katanya.
Di sisi lain, Mucab juga dimaknai sebagai langkah awal memanaskan mesin partai menghadapi Pemilu 2029. Rano menilai momentum ini penting untuk menjaga soliditas struktur sekaligus meningkatkan respons terhadap dinamika politik nasional.
“Walaupun saat ini masih 2026, kita sudah mulai memanaskan mesin partai sebagai persiapan menuju 2029,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum PKB agar seluruh kader aktif hadir di tengah masyarakat, terutama di tengah situasi global dan nasional yang dinilai tidak menentu. Pendekatan sosial dan kerja nyata menjadi strategi utama menjaga basis dukungan.
“Seluruh pengurus harus turun langsung ke masyarakat, memberikan bantuan sosial dan kerja nyata. Itu yang diharapkan,” ujarnya.
Terkait kontestasi Pilkada, PKB dipastikan akan menyiapkan kader terbaik untuk diusung, baik sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Pandeglang.
Dalam kesempatan yang sama, Rano turut menyinggung fungsi pengawasan Komisi III DPR RI terhadap penegakan hukum. Ia menekankan pentingnya profesionalisme aparat, terutama dalam implementasi aturan baru seperti KUHP.
“Penegakan hukum harus lebih profesional. Masyarakat tidak boleh merasa ada tebang pilih atau ketidakadilan,” tegasnya.
Menurutnya, secara umum kondisi penegakan hukum di Banten sudah berjalan cukup baik, meski ruang evaluasi tetap terbuka.
“Kalau masih ada kekurangan, silakan disampaikan. Nanti akan kami tindak lanjuti kepada pihak terkait,” pungkasnya. (Daffa)







