POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, membangun jembatan permanen secara swadaya bersama warga di Kampung Leuwi Kukuk, Desa Sangiang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Kamis (30/7/2026). Jembatan tersebut dibangun menggunakan dana pribadi setelah akses penghubung Desa Sangiang dan Desa Malingping Utara mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun dan belum diperbaiki.
Kerusakan jembatan sebelumnya menghambat aktivitas masyarakat. Warga kesulitan melintas menuju sekolah, sawah, ladang, hingga pasar karena kondisi jembatan yang tidak lagi layak digunakan.
Pembangunan jembatan berlangsung selama 21 hari, mulai 8 Juli hingga selesai pada 30Juli 2026. Jembatan permanen itu memiliki panjang sekitar 7,5 meter, lebar 3,6 meter, dan dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang.
Musa Weliansyah mengatakan pembangunan dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui gotong royong, sementara pekerjaan teknis dikerjakan tenaga tukang dengan sistem upah.
“Gotong royong dilakukan pada tahap pengecoran dan pembuatan jembatan sementara. Sementara pekerjaan teknis lainnya dikerjakan oleh tukang dengan sistem upah. Seluruh pembangunannya menggunakan dana pribadi,” kata Musa kepada PojokBanten.com, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, proses pengecoran menggunakan beton mutu K-350 dengan kebutuhan sekitar 15 meter kubik. Sebanyak 10 meter kubik beton dibeli senilai Rp13,5 juta, sedangkan lima meter kubik lainnya merupakan bantuan dari BCL Cipta Labuan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BCL yang telah memberikan bantuan lima kubik beton. Bantuan ini sangat membantu percepatan pembangunan jembatan,” ujarnya.
Menurut Musa, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua desa sekaligus menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat. Kerusakan jembatan selama ini menyebabkan mobilitas warga terganggu dan waktu tempuh menjadi lebih lama.
“Kalau sudah ada jembatan ini, aktivitas masyarakat bisa lebih lancar,” katanya.
Rampungnya pembangunan jembatan permanen tersebut membuat warga kembali memiliki akses yang lebih aman untuk menjalankan aktivitas pendidikan, pertanian, dan perdagangan. Pembangunan secara swadaya itu juga menjadi gambaran bahwa kebutuhan infrastruktur dasar di sejumlah wilayah selatan Kabupaten Lebak masih memerlukan perhatian agar akses transportasi masyarakat dapat terpenuhi secara memadai. (Red)







