Entis juga mengutip prinsip khairunnas anfa’uhum linmas, yang berarti sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
“Kegiatan ini semata-mata untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, membantu sesama dan mengharapkan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Provinsi Banten, Tito Istianto. Ia mengaku bangga atas inisiatif KNPI Pandeglang yang memilih mengisi peringatan kemerdekaan dengan kegiatan sosial.
“Saya bangga dengan Bung Saepudin, Bung Entis Sumantri dan seluruh pengurus KNPI Pandeglang. Di saat banyak yang merayakan kemerdekaan dengan lomba, rekan-rekan di Pandeglang memilih turun ke lapangan membagikan air bersih, sembako, bersilaturahmi ke pondok pesantren dan menyantuni anak yatim,”katanya.
Menurut Tito, aksi tersebut merupakan bentuk pemaknaan kemerdekaan yang substantif.
“Kemerdekaan bukan hanya soal bendera dan upacara, tetapi memastikan tidak ada rakyat yang haus, lapar dan tertinggal. Apa yang dilakukan KNPI Pandeglang adalah jawaban nyata bahwa pemuda hadir sebagai solusi,” tegasnya.
Tito juga mengapresiasi pesan khairunnas anfa’uhum linmas yang disampaikan Entis Sumantri. Menurutnya, nilai tersebut harus menjadi pegangan bagi seluruh pemuda dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“KNPI Pandeglang sudah membuktikannya melalui kegiatan Berbagi Kasih yang dilaksanakan 7–12 Agustus 2026,” katanya.
Ke depan, Tito menegaskan DPD KNPI Provinsi Banten akan mendorong kegiatan serupa di seluruh DPD KNPI kabupaten/kota se-Banten.
“Kita dorong semua KNPI se-Banten memiliki program kemanusiaan pada momentum-momentum besar. Di usia 53 tahun KNPI dan 81 tahun Indonesia, kita harus hadir di tengah rakyat,” pungkasnya. (Muj)
Halaman : 1 2







