Berkedok Seminar, Kemenag Pandeglang Diduga Lakukan Pungli dan Telantarkan Siswa

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tangkap layar Instagram Kemenag Pandeglang. Dalam kegiatan Seminar Nasional Terkait Kurikulum Nasional.

Foto : Tangkap layar Instagram Kemenag Pandeglang. Dalam kegiatan Seminar Nasional Terkait Kurikulum Nasional.

POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang tengah diterpa isu miring. Lembaga pemerintahan ini diduga memfasilitasi praktik pungutan liar (pungli) terhadap ribuan tenaga pendidik dengan kedok kegiatan kedinasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tersebut terjadi dalam acara Seminar Nasional Terkait Kurikulum Nasional yang mengusung tema “Mengajar Belum Tentu Mengajar, tapi Mampu Menginspirasi”.

Acara yang berlangsung di Gedung Balai Diklat Provinsi Banten ini diikuti oleh sedikitnya 3.000 peserta yang terdiri dari Guru Madrasah, Pengawas, dan Staf Administrasi. Untuk mengondisikan jumlah massa, kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua gelombang, yakni sesi pertama sebanyak 1.500 peserta dan sesi kedua sebanyak 1.500 peserta.

Kalkulasi pungutan tersebut pun terbilang fantastis. Jika setiap orang dari total 3.000 peserta ditarik biaya sebesar Rp80.000, maka perputaran uang yang terkumpul dari para tenaga pendidik ini diduga mencapai Rp240.000.000 (Dua Ratus Empat Puluh Juta Rupiah).

Ironisnya, kegiatan berskala besar ini berdampak langsung pada operasional sekolah. Demi mengejar kehadiran para guru di lokasi seminar, proses belajar mengajar di sejumlah madrasah terpaksa dikorbankan. Para pelajar diminta untuk Belajar dari Rumah (BDR) selama acara berlangsung.

Salah seorang guru madrasah yang enggan disebutkan namanya mengeluhkan penarikan biaya tersebut. Menurutnya, kebijakan ini dinilai memberatkan, terlebih agenda tersebut disebut-sebut menjadi salah satu instrumen penting atau syarat untuk kepentingan sertifikasi guru.

“Kami diminta membayar Rp80.000 per orang. Sangat disayangkan karena selain harus bayar, anak-anak murid di sekolah juga terpaksa diliburkan dan diminta belajar di rumah (BDR) karena semua gurunya harus hadir ke seminar,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa.

Popular

Direktur PT Awinet Global Mandiri Dukung Penertiban Kabel Fiber Optik di Pandeglang
Patroli Polres Pandeglang Sambangi Kuliner Gedung Juang, Disambut Hangat Paguyuban
Pemadaman Listrik Lebak Molor, Pelaku Usaha Ikan Terancam Rugi dan Warga Mengeluh
Tercatat Desil 3, 15 Tahun Menjaga Makam Tanpa Gaji, Saen Bertahan di Gubuk Bilik
Bupati-Wabup Tak Hadir, Paripurna APBD 2027 Lebak Ditunda, Wabup Amir Hamzah: “No Comment”
Ironi Jalan Menuju Kantor Desa dan Kopdes Merah Putih di Lebak Dicor Pakai Uang Patungan Warga
Polisi Cimarga Berhasil Temukan Keluarga Pria Asal NTT yang Ditemukan di Perkebunan Lebak
Redaksi Media Indosatunews.com dan Pusatsi.com Gelar Santunana

Popular

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

Direktur PT Awinet Global Mandiri Dukung Penertiban Kabel Fiber Optik di Pandeglang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:58

Patroli Polres Pandeglang Sambangi Kuliner Gedung Juang, Disambut Hangat Paguyuban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:15

Pemadaman Listrik Lebak Molor, Pelaku Usaha Ikan Terancam Rugi dan Warga Mengeluh

Rabu, 30 September 2026 - 12:47

Tercatat Desil 3, 15 Tahun Menjaga Makam Tanpa Gaji, Saen Bertahan di Gubuk Bilik

Selasa, 29 September 2026 - 00:47

Bupati-Wabup Tak Hadir, Paripurna APBD 2027 Lebak Ditunda, Wabup Amir Hamzah: “No Comment”

Berita Terbaru