“Saya minta dapur SPPG ini dievaluasi lagi, karena ini menyangkut gizi anak-anak. Bagaimana mau sehat kalau menu yang disajikan seperti ini,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Person in Charge (PIC) SPPG Pandeglang Menes Menes 2, Roni, menyampaikan terimakasih atas masukan yang disampaikan oleh orang tua siswa tersebut.
Terlebih, dirinya juga mengaku akan memperbaiki segala kekurangan yang dimiliki, terutama berkaitan dengan menu.
“InsyaAllah kami akan perbaiki menunya, terimakasih atas masukannya,” ujarnya dalam sambungan telepon.
Ia menyebut, adanya ketidak sesuaian disebabkan beberapa kebutuhan bahan baku mengalami kenaikan.
“Sekarang kan harganya naik melonjak, karena mungkin banyak MBG hingga harga-harga naik di pasaran,” katanya.
Pada saat ditanya mekanisme penyaluran MBG diberikan kepada para siswa untuk tiga hari sekali, dirinya mengaku tidak mengetahui.
Sebab yang mengetahui perihal penyaluran adalah angkutan dan ahli gizi.
“Kurang tahu yah itu, kemungkinan temen-temen jajaran angkutan dan ahli gizi. Tapi kemungkinan itu tiga hari,” tandasnya. (Radit).
Halaman : 1 2







