POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Suasana di ruang tahanan Mako Polres Lebak, Polda Banten, Jumat (21/8/2026), sejenak terasa berbeda. Sebanyak 53 tahanan dari berbagai kasus diajak mengikuti kegiatan Jumat Berkah melalui makan bersama yang digelar petugas.
Bukan sekadar membagikan makanan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi polisi untuk membangun komunikasi dan pendekatan emosional dengan para tahanan yang tengah menjalani proses hukum.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setiawan, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya berbagi kebahagiaan dengan para tahanan.
“Tujuannya berbagi kebahagiaan dengan para tahanan dan membangun komunikasi yang baik,” kata Aris kepada wartawan, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, pendekatan secara emosional penting dilakukan karena para tahanan tetap membutuhkan perhatian selama menjalani proses hukum. Makan bersama dinilai menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan komunikasi yang lebih terbuka antara petugas dan tahanan.
“Ini sebagai sarana komunikasi dan cara untuk melakukan pendekatan secara emosional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diawali dengan doa bersama. Setelah itu, makanan dibagikan kepada 53 tahanan dengan melibatkan Kasat Tahti, Kanit Gakkum, serta anggota jaga tahanan.
Kasat Tahti Polres Lebak, Ipda M. Juanda, mengatakan para tahanan menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka terlihat senang dan bahkan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.
“Mereka sangat bahagia dan merasa senang. Mereka meminta agar kegiatan tersebut rutin dilaksanakan,” kata Juanda.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Juanda menegaskan, selama kegiatan berlangsung, para tahanan tetap ditempatkan di dalam sel dalam kondisi terkunci.
Dengan demikian, kegiatan Jumat Berkah tetap berjalan tanpa mengabaikan prosedur pengamanan tahanan.
Juanda mengatakan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga kondisi psikologis para tahanan sekaligus menciptakan komunikasi yang lebih baik antara tahanan dan petugas.
“Sebagai upaya menjaga psikologis tahanan dan membangun komunikasi yang baik dengan para tahanan,” ujarnya.
Aris menambahkan, kegiatan pendekatan emosional dan komunikasi dengan tahanan akan terus diupayakan. Menurut dia, perhatian sederhana seperti makan bersama dapat menjadi bagian dari pembinaan selama seseorang menjalani proses hukum.
“Pendekatan emosional dan membangun komunikasi sangat penting. Insyaallah kami lanjutkan,” katanya.
Di balik pintu sel dan proses hukum yang sedang mereka jalani, para tahanan juga diingatkan untuk menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran. Polisi berharap mereka tidak kembali melakukan tindakan kriminal setelah menyelesaikan proses hukum.
“Ini adalah takdir yang harus dijalani oleh para tahanan. Jangan sampai melakukan tindakan kriminal kembali. Jadikan ini sebagai pengalaman dan jalani kehidupan ke depannya dengan lebih baik lagi,” ujar Aris.
Bagi petugas, Jumat Berkah bukan hanya tentang sepiring makanan. Ada pesan bahwa proses hukum tetap dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian dan penghormatan terhadap sisi kemanusiaan seseorang.
Sementara bagi para tahanan, perhatian sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah proses hukum yang harus mereka jalani, komunikasi dan kepedulian masih menjadi bagian dari kehidupan mereka. (Red)







