Hal senada juga disampaikan oleh sohibul wilayah, Ustadz Husnan. Ia berharap kegiatan kajian ini dapat meningkatkan keimanan sekaligus memotivasi generasi muda untuk menimba ilmu di pesantren.
“Kajian Ramadan ini merupakan agenda penting yang digelar bersama santri Lirboyo dan PAC IPNU–IPPNU Kecamatan Cikedal. Semoga kegiatan ini dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita. Saya juga berharap generasi muda bisa termotivasi mengikuti kakak-kakaknya untuk menimba ilmu di Lirboyo yang kualitas keilmuannya sudah tidak diragukan lagi,” ujarnya.
Kegiatan kajian berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Salah satu peserta, Dion, menanyakan mengenai hukum hubungan suami istri saat berpuasa.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Ilham menjelaskan bahwa ada ketentuan tertentu dalam kondisi tersebut.
“Ketika seseorang melakukan hubungan suami istri menjelang waktu subuh lalu adzan berkumandang dan segera dihentikan, hal itu tidak membatalkan puasa. Adapun mandi junub dapat dilakukan sebelum melaksanakan salat,” ungkapnya.
Kajian Ramadan ini melibatkan pengurus PAC, PK, dan PR IPNU–IPPNU di bawah naungan Kecamatan Cikedal.
Ketua PAC IPPNU Cikedal, Rekanita Jeni Aulia Sari, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana penguatan pemikiran dan kebersamaan kader.
“Melalui kajian ini, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya. Selain memberikan investasi pemikiran bagi kader dan anggota, kegiatan ini juga dapat mempererat kebersamaan serta solidaritas para pengurus dan anggota,” tutupnya. (Radit)
Halaman : 1 2







