Pedas! Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara Sebut Kabupaten Pandeglang Belum ada Perubahan

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat diwawancarai media, Jumat (3/4/2026)

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat diwawancarai media, Jumat (3/4/2026)

Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat diwawancarai media, Jumat (3/4/2026)

ik Indonesia Kabinet Merah Putih, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menilai Kabupaten Pandeglang belum mengalami perubahan signifikan, terutama dalam aspek tradisi, budaya, dan kekerabatan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Mulang Talk Show di Gedung Graha Pancasila, Jumat (3/4/2026), dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Pandeglang.

“Pandeglang belum banyak berubah dari saat saya tinggalkan hingga saat ini dalam konteks tradisi, budaya, kekerabatan dan sebagainya,” ujar Iftitah dalam sambutannya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.

Ia juga menegaskan kehadirannya dalam acara tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap daerah kelahirannya.

“Saya hadir di sini benar-benar untuk menghormati Pandeglang, sebagai bagian dari rangkaian hari jadi Kabupaten Pandeglang. Tadi saya mendapat informasi acara dimulai pukul 09.00, namun belum semua pihak hadir. Bagi saya, hal itu tidak menjadi masalah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Iftitah turut menyoroti pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama menuju kesuksesan. Ia menilai budaya disiplin harus dibangun dari hal sederhana, seperti ketepatan waktu dalam menghadiri kegiatan.

“Kalau kita diundang pukul 09.00, maka harus hadir pukul 09.00. Itu kunci dasar menuju kesuksesan,” katanya.

Ia menambahkan, disiplin tidak hanya soal waktu, tetapi juga menyangkut konsistensi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Menurutnya, budaya disiplin yang kuat menjadi salah satu ciri negara maju.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung pengalaman di Belanda, di mana keterlambatan sekecil apa pun dapat berdampak besar, seperti tertinggal transportasi publik yang berjalan tepat waktu.

“Kalau telat satu menit, bisa ketinggalan kereta. Itu gambaran sederhana arti disiplin,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iftitah menyoroti fenomena banyaknya tokoh sukses asal Pandeglang yang justru berkembang di luar daerah. Ia mendorong terciptanya ekosistem pembangunan yang memungkinkan masyarakat lokal meraih kesuksesan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

“Ke depan, kita harus menciptakan ekosistem di Pandeglang agar masyarakatnya bisa sukses di daerahnya sendiri,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyatakan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada cara pandang dalam menilai perkembangan.

Menurutnya, secara objektif Pandeglang telah mengalami kemajuan, meski belum signifikan. Ia mencontohkan sejumlah perubahan, seperti pembangunan alun-alun, perbaikan jalan nasional, serta peningkatan sarana pendidikan.

“Kalau kita berbicara objektif, Pandeglang sudah mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Pondasi pembangunan yang sudah diletakkan pemimpin terdahulu harus kita lanjutkan,” kata Iing.

Ia mengakui keterbatasan fiskal masih menjadi tantangan utama, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Namun demikian, pemerintah daerah terus berupaya mendorong pembangunan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat.

Pada 2025, Pandeglang memperoleh anggaran sebesar Rp61 miliar untuk pembangunan jalan desa, serta tambahan Rp26 miliar dari pemerintah pusat. Sementara tahun ini, pembangunan difokuskan pada sembilan ruas jalan.

“Kami tidak menutup mata dan tidak tuli. Kami mendengar keluhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan. Namun karena keterbatasan fiskal, pembangunan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui dialog dan kolaborasi bersama pemerintah.

“Pandeglang akan maju jika kita bangun bersama-sama,” pungkasnya.

Profil Singkat Menteri Transmigrasi

Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara merupakan Menteri Transmigrasi dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Ia lahir di Pandeglang, Banten, pada 10 Maret 1977.

Iftitah merupakan purnawirawan Letnan Kolonel TNI AD dan lulusan terbaik Akademi Militer 1999 dengan predikat Adhi Makayasa. Karier militernya diwarnai berbagai penugasan, termasuk misi perdamaian di Lebanon serta pendidikan militer di dalam dan luar negeri.

Ia juga pernah menempuh pendidikan di India dan Amerika Serikat, termasuk di US Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth.

Setelah pensiun dari militer, ia terjun ke dunia bisnis sebelum masuk ke dunia politik sebagai kader Partai Demokrat sejak 2019. Ia dikenal dekat dengan Agus Harimurti Yudhoyono dan pernah menjadi ajudan Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebelum dilantik sebagai menteri, ia mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada pembangunan kawasan Indonesia Timur sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi nasional.

Dorongan Pemerataan Pembangunan

Program transmigrasi pemerintah diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi ketimpangan antarwilayah. Agenda ini menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pemerataan dan pengentasan kemiskinan.

Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, Iftitah diharapkan mampu mendorong transformasi Kementerian Transmigrasi menjadi lebih produktif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (Daffa)

 

Popular

Fantastis! Anggaran Makan dan Minum DPRD Lebak Capai Rp3,3 Miliar, Jalan Rusak 20 Tahun Tak Kunjung Diperbaiki
Ketua DPRD Provinsi Banten H Fahmi Hakim Sambut Baik Audiensi Awak Media
Mucab Partai Kebangkitan Bangsa di Pandeglang Usulkan 5 Calon Ketua, Rano Alfath Sinyalkan Petahana Kuat dan Pemanasan Mesin Menuju 2029
Meledak! Wabub Amir Buka Borok Bupati Lebak
Gubernur Banten Panggil Bupati dan Wakil Bupati Lebak, Redam Konflik Internal Pemkab
Polemik Pernyataan Bupati Lebak Memanas, PDIP Serukan Redam Konflik Hasbi- Amir
JB Diminta Buktikan Dugaan Jual Beli Jabatan di Rumah Aspirasi Hasbi, Penggiat Demokrasi: Jangan Hanya Jadi Drama Korea 
Protes Kenaikan Dana Reses Capai Rp.3,4 Miliar, Mahasiswa Bakar Boneka Berwajah Ketua DPRD Lebak

Popular

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:16

Fantastis! Anggaran Makan dan Minum DPRD Lebak Capai Rp3,3 Miliar, Jalan Rusak 20 Tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:22

Ketua DPRD Provinsi Banten H Fahmi Hakim Sambut Baik Audiensi Awak Media

Minggu, 5 April 2026 - 23:23

Mucab Partai Kebangkitan Bangsa di Pandeglang Usulkan 5 Calon Ketua, Rano Alfath Sinyalkan Petahana Kuat dan Pemanasan Mesin Menuju 2029

Jumat, 3 April 2026 - 07:38

Pedas! Menteri Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara Sebut Kabupaten Pandeglang Belum ada Perubahan

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:45

Meledak! Wabub Amir Buka Borok Bupati Lebak

Berita Terbaru