Dalam periode libur panjang sekitar 10 hari, rumah warga yang konsisten terisi penuh dapat menghasilkan tambahan pendapatan hingga sekitar Rp1,5 juta. Namun, dampak ekonomi ini tidak merata dirasakan seluruh warga.
“Paling sekitar 20 persen warga yang benar-benar merasakan peningkatan ekonomi. Itu juga tergantung kecocokan rumah dengan pengunjung,” ujarnya.
Samsul menambahkan, rumah-rumah warga yang disewakan tersebar di beberapa titik seperti Ciantir, Ciroyom, Legon Pari, hingga sekitar Goa Langir.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 100 rumah yang ikut berpartisipasi dalam penyewaan selama musim liburan, meski tingkat okupansinya sangat bervariasi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor wisata pantai di Lebak tidak hanya menjadi penggerak ekonomi formal, tetapi juga menciptakan ekonomi musiman berbasis komunitas. Meski bersifat sementara, dampaknya cukup terasa dalam meningkatkan pendapatan warga setempat.
“Setiap musim liburan memang ada peningkatan ekonomi, walaupun sifatnya hanya sementara,” tutup Samsul. (Daffa)
Halaman : 1 2







