POJOKBANTEN.COM, LEBAK– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, melalui Bupati Moch. Hasbi Asydiki Jayabaya mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan tidak produktif seluas 100 hektare di Desa Cimanyangray, Kecamatan Gunungkencana. Lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pertanian bernilai ekonomi tinggi berbasis riset.
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asydiki Jayabaya menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat sektor pertanian daerah yang selama ini dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (6/4/2026) sore.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Lebak bersama Institut Pertanian Bogor membahas rencana konversi lahan tidur menjadi sawah produktif melalui pendekatan berbasis kajian ilmiah, termasuk survei lapangan dan analisis kesesuaian lahan.
“Pemanfaatan lahan harus dimaksimalkan. Lebak ini daerah agraris, potensinya besar. Kita tidak boleh membiarkan lahan tidur terbengkalai,” ujar Hasbi kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menekankan, pengembangan sektor pertanian tidak hanya difokuskan pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan hilirisasi agar hasil panen memiliki nilai tambah bagi petani. Pemkab Lebak juga menyiapkan dukungan infrastruktur, termasuk fasilitas rice milling unit (RMU) untuk memperkuat rantai pengolahan hasil pertanian.
“Kami ingin Lebak tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga dalam pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah bagi petani,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan berbasis data. IPB melalui Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) akan melakukan survei awal, termasuk pengambilan sampel air tanah untuk memastikan kelayakan lahan sebelum dikembangkan.
Program ini diharapkan mampu mengubah lahan tidak produktif menjadi lumbung pangan baru di Kabupaten Lebak, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan sinergi pemerintah daerah dan akademisi, Pemkab Lebak optimistis sektor pertanian dapat tumbuh lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi ekonomi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan produksi yang terus meningkat. (Red)







