“Iya, kalau tidak salah harga HET-nya kisaran Rp19 per tabung,” kata Erik.
Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) serta Hiswana Migas guna menindaklanjuti informasi kenaikan harga tersebut,”.
“Nanti Senin kami koordinasi dengan Disperindag kalau memang ada informasi seperti itu, termasuk ke Hiswana Migas,”ujarnya.
Menurut Erik, tingginya harga di tingkat pengecer kemungkinan dipicu harga jual di pangkalan yang sudah melebihi HET.
“Kalau pengecer pastinya tinggi kalau di pangkalannya menjual di atas HET,” katanya.
Ia memastikan Bagian Perekonomian akan melakukan monitoring ke sejumlah pangkalan gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang.
“Kami di Bagian Perekonomian akan coba monitoring ke beberapa pangkalan, termasuk saya akan koordinasi dengan Disperindag Kabupaten Pandeglang sama Hiswana Migas,” ucapnya.
“Kalau memang ada informasi di lapangan ada beberapa yang memang tinggi harganya, pastinya akan kami tindak lanjuti. Kalau ada aduan dari bawah biasanya kami monitoring,” sambung Erik.
Meski demikian, Erik memastikan stok gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Pandeglang dalam kondisi aman menjelang Idul Adha.
“Kalau untuk stok gas Elpiji 3 kilogram dipastikan aman, mungkin karena menjelang Idul Adha saja kali. Biasa kalau di tingkat pengecer kadang suka dinaikkan,” pungkasnya. (Bud)
Halaman : 1 2







