POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, bersama warga dari tiga desa di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, melakukan perbaikan jalan secara swadaya dengan pengecoran beton sepanjang 100 meter, Rabu (15/4/2026).
Perbaikan dilakukan di ruas jalan penghubung Desa Sukaraja, Desa Pagelaran, dan Desa Kersaratu yang selama sekitar 16 tahun mengalami kerusakan parah tanpa penanganan signifikan dari pemerintah. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, ekonomi hingga pertanian.
Berdasarkan video yang beredar, puluhan warga tampak antusias bergotong royong melakukan pengecoran jalan. Warga dari berbagai usia, termasuk remaja dan anak-anak, terlibat langsung dalam proses tersebut. Sebagian warga lainnya menurunkan material seperti batu split serta meratakan permukaan jalan dengan peralatan sederhana.
Politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama antara dirinya dan masyarakat dengan pembiayaan swadaya.
“Ini kegiatan gotong royong. Dana awal dari saya pribadi, kemudian ada juga sumbangan dari Kepala Desa Sukaraja, Ketua BPD, serta masyarakat dari Desa Sukaraja, Pagelaran, dan lainnya,” ujarn? Musa saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2026).
Ia mengungkapkan telah menyumbang sekitar Rp5 juta, ditambah 20 sak semen dan dua dump truk pasir dengan total nilai sekitar Rp7 juta. Selain itu, warga turut berpartisipasi melalui sumbangan uang mulai dari Rp50 ribu hingga Rp200 ribu serta material bangunan.
“Selain menggunakan dana pribadi saya, alhamdulillah banyak masyarakat yang berpartisipasi, ada yang memberikan uang, semen, pasir, dan batu split,” katanya.
Musa menyebut perbaikan difokuskan pada dua titik tanjakan yang selama ini sulit dilalui kendaraan dan kerap memicu kecelakaan. Masing-masing titik diperbaiki sepanjang 50 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
“Ini ada dua tanjakan yang memang sangat sulit dilalui kendaraan, kerap kali terjadi kecelakaan. Alhamdulillah yang di sini 50 meter dan nanti yang di depan 50 meter dengan ketebalan 15 sentimeter dan lebar 3 meter,” jelasnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kampung Karamat di Desa Sukaraja dengan Desa Pagelaran dan Desa Kersaratu.
“Ini akses utama masyarakat, jadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan total panjang jalan yang mengalami kerusakan berat mencapai sekitar 2 kilometer. Namun hingga kini belum terdapat alokasi pembangunan dari APBD Kabupaten Lebak maupun Provinsi Banten.
“Kerusakannya sudah 16 tahun dan sering dilakukan swadaya oleh masyarakat. Jadi ini murni swadaya masyarakat, khususnya warga Desa Sukaraja, Desa Pagelaran, serta dari Kampung Cikoranji, Desa Kersaratu, Kecamatan Malingping. Hari ini alhamdulillah masyarakat bahu-membahu,” tambahnya.
Musa berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan permanen setelah adanya aksi gotong royong tersebut.
“Mudah-mudahan ke depan bisa segera dibangun permanen melalui program Bang Andra,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Malingping, KH Idin Rosidin, menyebut kerusakan jalan telah berlangsung selama 15 hingga 16 tahun tanpa penanganan serius.
“Perbaikan selama ini selalu dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, termasuk hari ini,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di tiga desa tersebut. (Daffa)







