Dari Pengatur Perjalanan KA hingga Kepala Stasiun, Kisah Yudi Sugiar Mengabdi di PT KAI

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun Rangkasbitung, Yudi Sugiar Prawisuda

Kepala Stasiun Rangkasbitung, Yudi Sugiar Prawisuda

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Jarum jam baru menunjuk pagi hari ketika suara pengeras stasiun mulai bersahutan di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Di tengah hiruk-pikuk penumpang yang bergegas mengejar kereta menuju Jakarta maupun daerah lainnya, seorang pria tampak sibuk memantau setiap pergerakan di area operasional.

Ia adalah Yudi Sugiar Prawisuda (43), Kepala Stasiun Rangkasbitung, sosok yang memastikan ribuan perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu setiap harinya.

Bagi sebagian orang, stasiun hanyalah tempat transit. Namun bagi Yudi, stasiun adalah ruang pengabdian. Di balik peluit keberangkatan dan deru kereta yang datang silih berganti, ada tanggung jawab besar yang harus dijaga tanpa henti.

“Masuk PT KAI itu berkah buat saya pribadi,” ujar Yudi saat ditemui PojokBanten.com di sela aktivitas operasional stasiun.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat itu telah mengabdikan dirinya di PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama lebih dari satu dekade. Perjalanan kariernya dimulai pada 2012 ketika bergabung sebagai staf di Direktorat Operasi kantor pusat PT KAI.

Kariernya perlahan menanjak. Pada 2015, ia dipercaya menjadi Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di Stasiun Jakarta Kota, posisi vital yang menentukan kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta.

Di posisi itu, Yudi belajar bahwa operasional kereta api bukan sekadar soal keberangkatan dan kedatangan, melainkan tentang ketelitian, konsentrasi, dan tanggung jawab terhadap keselamatan banyak orang.

“Bagaimana kereta berjalan aman dan tepat waktu, itu menjadi tanggung jawab besar seorang PPKA,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Pada 2018 hingga 2019, Yudi dipercaya memimpin Stasiun Cigading yang melayani operasional kereta batu bara. Setelah itu, ia melanjutkan penugasan di Stasiun Cilegon pada 2021.

Kepercayaan perusahaan terhadapnya terus bertambah. Ia kemudian menjabat Wakil Kepala Stasiun Besar Duri, Wakil Kepala Stasiun Purwokerto, hingga Wakil Kepala Stasiun Surabaya Pasar Turi sebelum akhirnya dipercaya memimpin Stasiun Rangkasbitung.

Bagi Yudi, dunia perkeretaapian memiliki tantangan tersendiri, terutama saat momentum mudik Lebaran tiba. Ketika sebagian masyarakat berkumpul bersama keluarga menikmati libur panjang, para insan kereta api justru harus siaga penuh menjaga operasional tetap berjalan lancar.

“Kita memang dituntut stand by dan tidak ada libur. Tapi ada kepuasan tersendiri ketika melihat penumpang tersenyum saat bertemu keluarganya,” ungkapnya.

Di tengah tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api, peran kepala stasiun menjadi semakin strategis. Tidak hanya memastikan jadwal perjalanan berjalan sesuai rencana, tetapi juga menjaga pelayanan, keamanan, kebersihan, hingga keselamatan pengguna jasa.

Bagi Yudi, keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

“Yang paling penting adalah keselamatan pengguna jasa kereta api,” tegasnya.

Stasiun Rangkasbitung sendiri kini menjadi salah satu simpul transportasi penting di wilayah selatan Banten. Tingginya aktivitas penumpang setiap hari menuntut koordinasi yang cepat dan ketelitian tinggi dari seluruh petugas operasional.

Di balik kesibukan itu, Yudi tetap percaya bahwa pekerjaannya bukan hanya soal profesi, tetapi juga tentang melayani masyarakat. Kebahagiaan penumpang yang dapat bepergian dengan aman menjadi energi tersendiri bagi dirinya dan seluruh pegawai kereta api.

Menutup perbincangan, Yudi juga memberikan pesan bagi generasi muda yang bercita-cita bergabung dengan PT KAI. Menurutnya, persaingan masuk ke perusahaan transportasi nasional tersebut tidak mudah dan membutuhkan kesiapan yang matang.

“Harus mempersiapkan pengetahuan, fisik, intelektual, dan jangan lupa berdoa,” katanya.

Meski seleksi ketat, Yudi percaya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpi selama memiliki tekad dan kesungguhan.

“Kalau kita yakin dan bersungguh-sungguh, insya Allah semuanya bisa terwujud sesuai cita-cita,” tutupnya. (Red)

Popular

Profil Ainia Salsabila Alhafidzah, Perempuan Asal Lebak yang Kini Lolos Babak Top 12 Da’i Aksi Indosiar 2026

Popular

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:09

Dari Pengatur Perjalanan KA hingga Kepala Stasiun, Kisah Yudi Sugiar Mengabdi di PT KAI

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:31

Profil Ainia Salsabila Alhafidzah, Perempuan Asal Lebak yang Kini Lolos Babak Top 12 Da’i Aksi Indosiar 2026

Berita Terbaru