Berkedok Seminar, Kemenag Pandeglang Diduga Lakukan Pungli dan Telantarkan Siswa

Selasa, 1 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tangkap layar Instagram Kemenag Pandeglang. Dalam kegiatan Seminar Nasional Terkait Kurikulum Nasional.

Foto : Tangkap layar Instagram Kemenag Pandeglang. Dalam kegiatan Seminar Nasional Terkait Kurikulum Nasional.

Merespons tudingan tersebut, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Pandeglang, Mumu memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya membantah keras adanya praktik pungli yang dikoordinir oleh institusinya.

Menurut penjelasannya, Seminar Nasional tersebut sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak ketiga, yaitu Yayasan Teacher Entrepreneur Nusantara. Ia menegaskan bahwa esensi dari kegiatan seminar itu sendiri bersifat gratis tanpa dipungut biaya pendaftaran.

“Kegiatan ini murni diakomodir oleh Yayasan Teacher Entrepreneur Nusantara. Posisi Kemenag Pandeglang di sini hanya sebatas memberikan surat tugas kepada para guru agar dapat mengikuti pembekalan mengenai Kurikulum Nasional tersebut,” ujarnya.

Terkait uang Rp80.000 yang dipersoalkan oleh para guru, ia meluruskan bahwa dana tersebut bukanlah uang pendaftaran seminar, melainkan biaya opsional untuk pembelian atribut dan administrasi personal peserta. Rinciannya meliputi Rp30.000 untuk pembelian PIN serta stiker, dan Rp50.000 untuk cetak Sertifikat Seminar.

“Uang Rp80.000 itu sifatnya tidak diwajibkan bagi peserta. Itu hanya bagi mereka yang menginginkan sertifikat, PIN, dan stiker penunjang saja. Jadi tidak ada paksaan atau pungli seperti yang dituduhkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pro-kontra di kalangan tenaga pendidik madrasah di Pandeglang masih terus bergulir, terutama mengenai transparansi sosialisasi sifat “tidak wajib” dari iuran tersebut di lapangan. (Den)

Popular

Gubernur Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani
Soroti Pembongkaran Dua Pura di Sanur, AKAMSI Desak ATR/BPN Batalkan HGB
53 Tahanan Polres Lebak Diajak Makan Bersama, Polisi Bangun Komunikasi Lewat Jumat Berkah
Kepala SPPG Nanggala 2 Disorot, Diduga Jarang Berada di Kantor
Pipa IPAL SPPG Labuan Hilang, Pengelola Klaim Perbaikan Tuntas dan Operasional Tetap Lancar
Karang Taruna Pandeglang Resmi Punya Pengurus Baru, Fokus Perkuat Pemberdayaan Pemuda
Program P3AI di Desa Girijaya Disambut Antusias, Petani Optimistis Pengairan dan Hasil Panen Meningkat
Skandal Kawin Sirih Tokoh Banten Mencuat, Warganet Dihebohkan

Popular

Rabu, 2 September 2026 - 08:33

Gubernur Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Rabu, 2 September 2026 - 08:24

Soroti Pembongkaran Dua Pura di Sanur, AKAMSI Desak ATR/BPN Batalkan HGB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:45

53 Tahanan Polres Lebak Diajak Makan Bersama, Polisi Bangun Komunikasi Lewat Jumat Berkah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:59

Kepala SPPG Nanggala 2 Disorot, Diduga Jarang Berada di Kantor

Senin, 27 Juli 2026 - 07:13

Pipa IPAL SPPG Labuan Hilang, Pengelola Klaim Perbaikan Tuntas dan Operasional Tetap Lancar

Berita Terbaru