POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Konflik di Timur Tengah yang melibatkan perseteruan Israel dan Iran mulai berdampak pada kenaikan harga sejumlah jenis plastik di Kabupaten Lebak, Banten. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang kebutuhan pokok, khususnya penjual bumbu dapur di pasar tradisional.
Para pedagang mengaku harus menyiasati kondisi tersebut agar keuntungan penjualan tidak tergerus. Lonjakan harga plastik yang digunakan sebagai kemasan memaksa mereka mengubah pola penjualan.
Pantauan di Pasar Tradisional Rangkasbitung, pada Kamis (2/4/2026) siang, menunjukkan para pedagang mulai menghemat penggunaan plastik sejak akhir Maret 2026 lalu, saat harga mulai mengalami kenaikan signifikan.
Salah seorang pedagang bumbu dapur, Meti (46), mengatakan harga plastik naik tajam dalam waktu singkat. Sebelumnya, ia membeli plastik seharga Rp45.000 per pak, namun kini meningkat menjadi Rp65.000.
“Biasanya satu plastik untuk seperempat kilogram, sekarang disatukan jadi satu kilogram dalam satu plastik supaya lebih hemat,” ujar Meti kepada wartawan saat ditemui di lapak jualannya.
Dalam sehari, Meti mengaku dapat menghabiskan hingga lima ikat plastik untuk membungkus dagangannya. Kenaikan harga tersebut membuatnya harus mengubah cara pengemasan.
“Dulu pembelian cabai, tomat, dan bawang dipisah. Sekarang dijadikan satu agar penggunaan plastik berkurang,” katanya.
Meski telah melakukan berbagai penyesuaian, Meti mengaku keberatan dengan kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba.
“Naiknya langsung tinggi, tidak bertahap, jadi cukup memberatkan,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Muhammad Balia (52), juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut hampir seluruh jenis plastik mengalami kenaikan harga sejak 31 Maret 2026.
“Yang tadinya Rp9.000 per pak sekarang jadi Rp15.000. Semua plastik naik,” kata Balia.
Menurutnya, plastik menjadi kebutuhan utama untuk membungkus berbagai jenis rempah yang dijual. Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada pola penjualan.
“Sekarang pembelian disatukan supaya lebih hemat plastik,” jelasnya.
Meski biaya kemasan meningkat, para pedagang mengaku belum menaikkan harga jual barang. Mereka masih mempertahankan harga agar tidak memberatkan konsumen.
“Harga jual masih normal, belum naik. Ke depan tergantung kondisi,” ujar Balia.
Para pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil sehingga tidak semakin menekan usaha kecil di pasar tradisional.
“Mudah-mudahan bisa turun lagi seperti semula,” tutupnya. (Daffa)







