POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Proyek rehabilitasi ruas Jalan Surianeun- Pasir Gadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang baru rampung pada akhir tahun 2025 melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat setelah dinyatakan selesai.
Kerusakan ditemukan pada bagian bahu jalan, terutama pada konstruksi bronjong serta Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terlihat mengalami amblas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi kekuatan struktur jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat setempat.
Proyek tersebut diketahui menelan anggaran sebesar Rp9,3 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah tanggung jawab CV. Masa Agung Jaya dengan masa kerja 180 hari kalender.
Temuan kerusakan yang tergolong dini ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda daerah. Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Entis Sumantri, menyampaikan keprihatinan sekaligus mempertanyakan kualitas pekerjaan di lapangan.
“Kami sebagai putra daerah sangat menyayangkan kondisi ini. Jalan yang belum lama selesai dibangun justru sudah mengalami kerusakan. Bahkan TPT yang menggunakan bronjong terlihat amblas. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa perencanaan maupun pelaksanaannya tidak maksimal dan terkesan asal-asalan,” ujar Entis.
Ia menambahkan, kualitas pengerjaan terutama pada bagian berem dan TPT perlu menjadi perhatian serius, karena diduga tidak sesuai dengan standar teknis yang semestinya diterapkan dalam proyek infrastruktur jalan.
“Kami sangat mengapresiasi adanya pembangunan jalan ini karena manfaatnya besar bagi mobilitas warga. Namun sangat disayangkan jika hasilnya seperti ini. Ada indikasi pekerjaan yang kurang serius, bahkan terkesan tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
DPD KNPI Pandeglang mendesak pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Evaluasi itu dinilai penting untuk mengungkap penyebab kerusakan, sekaligus memastikan apakah terdapat kelalaian dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Selain evaluasi, KNPI juga mendorong dilakukannya audit teknis secara independen terhadap proyek tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran publik serta memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.
Sementara itu, masyarakat berharap agar setiap pembangunan yang menggunakan uang negara benar-benar mengedepankan kualitas, profesionalisme, dan akuntabilitas, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang dan tidak menimbulkan kerugian bagi warga pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kerusakan tersebut. (Red)
Halaman : 1 2 Selanjutnya







