Baru Selesai Dibangun, Jalan Surianeun- Pasir Gadung Sudah Rusak: Proyek Rp9,3 Miliar Disorot

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek rehabilitasi ruas Jalan Surianeun- Pasir Gadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang baru rampung pada akhir tahun 2025 melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), kini menjadi sorotan publik.

Proyek rehabilitasi ruas Jalan Surianeun- Pasir Gadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang baru rampung pada akhir tahun 2025 melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), kini menjadi sorotan publik.

POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Proyek rehabilitasi ruas Jalan Surianeun- Pasir Gadung di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, yang baru rampung pada akhir tahun 2025 melalui program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera), kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran miliaran rupiah itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat setelah dinyatakan selesai.

Kerusakan ditemukan pada bagian bahu jalan, terutama pada konstruksi bronjong serta Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terlihat mengalami amblas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi kekuatan struktur jalan utama yang menjadi akses vital masyarakat setempat.

Proyek tersebut diketahui menelan anggaran sebesar Rp9,3 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025. Pelaksanaan pekerjaan berada di bawah tanggung jawab CV. Masa Agung Jaya dengan masa kerja 180 hari kalender.

Temuan kerusakan yang tergolong dini ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda daerah. Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pandeglang, Entis Sumantri, menyampaikan keprihatinan sekaligus mempertanyakan kualitas pekerjaan di lapangan.

“Kami sebagai putra daerah sangat menyayangkan kondisi ini. Jalan yang belum lama selesai dibangun justru sudah mengalami kerusakan. Bahkan TPT yang menggunakan bronjong terlihat amblas. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa perencanaan maupun pelaksanaannya tidak maksimal dan terkesan asal-asalan,” ujar Entis.

Ia menambahkan, kualitas pengerjaan terutama pada bagian berem dan TPT perlu menjadi perhatian serius, karena diduga tidak sesuai dengan standar teknis yang semestinya diterapkan dalam proyek infrastruktur jalan.

“Kami sangat mengapresiasi adanya pembangunan jalan ini karena manfaatnya besar bagi mobilitas warga. Namun sangat disayangkan jika hasilnya seperti ini. Ada indikasi pekerjaan yang kurang serius, bahkan terkesan tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

DPD KNPI Pandeglang mendesak pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Evaluasi itu dinilai penting untuk mengungkap penyebab kerusakan, sekaligus memastikan apakah terdapat kelalaian dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Selain evaluasi, KNPI juga mendorong dilakukannya audit teknis secara independen terhadap proyek tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk menjamin transparansi penggunaan anggaran publik serta memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.

Sementara itu, masyarakat berharap agar setiap pembangunan yang menggunakan uang negara benar-benar mengedepankan kualitas, profesionalisme, dan akuntabilitas, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang dan tidak menimbulkan kerugian bagi warga pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kerusakan tersebut. (Red)

Popular

Heboh! Status Facebook Diduga Pelaku Kasus Sumpah Injak Al-Qur’an Diserbu Netizen, Isinya Bikin Geleng-Geleng
Tukang Ojek Menang Gugatan, Pemprov Banten Gelontorkan Rp100 Miliar Perbaiki Jalan di Pandeglang
Gaspol Ekonomi Desa! Pemkab Lebak dan Kodim 0603 Dapat 34 Truk Agrinas untuk Koperasi Merah Putih
Heboh Video Belatung di Makanan Siswa, SPPG Cibitung Manglid Pandeglang Klarifikasi
Kepergok Buang Limbah di Pinggir Jalan, Tiga Pelaku di Pandeglang Terancam Denda Rp200 Juta
Gunungan Sampah di Jalur Utama Lebak Banten Bikin Resah Warga dan Pengguna Jalan
Konflik Berakhir, DPRD Lebak Bersyukur Hasbi dan Amir Saling Memaafkan
Ratusan Siswa dan Ibu Hamil di Lebak Belum Tersentuh Program MBG, Dekat Dapur Tapi Tak Terjangkau

Popular

Selasa, 21 April 2026 - 05:52

Baru Selesai Dibangun, Jalan Surianeun- Pasir Gadung Sudah Rusak: Proyek Rp9,3 Miliar Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 14:47

Heboh! Status Facebook Diduga Pelaku Kasus Sumpah Injak Al-Qur’an Diserbu Netizen, Isinya Bikin Geleng-Geleng

Selasa, 7 April 2026 - 14:35

Tukang Ojek Menang Gugatan, Pemprov Banten Gelontorkan Rp100 Miliar Perbaiki Jalan di Pandeglang

Senin, 6 April 2026 - 07:16

Gaspol Ekonomi Desa! Pemkab Lebak dan Kodim 0603 Dapat 34 Truk Agrinas untuk Koperasi Merah Putih

Senin, 6 April 2026 - 02:56

Heboh Video Belatung di Makanan Siswa, SPPG Cibitung Manglid Pandeglang Klarifikasi

Berita Terbaru