POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan Raya Cikulur–Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Jumat (29/5/2026) malam, kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan pada proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak menilai minimnya rambu peringatan serta kurangnya penerangan di lokasi proyek diduga kuat menjadi faktor utama insiden maut itu.
Korban diketahui bernama Muhammad Nur (28), seorang pedagang asal Madura yang menetap dan berusaha di wilayah Cikulur. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara setelah diduga kehilangan kendali saat melintasi area pekerjaan pengecoran jalan di Kampung Cipeuteuy, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, sekitar pukul 20.30 WIB.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari arah Gunungkencana menuju Cikulur usai berbelanja kebutuhan untuk warung miliknya. Saat melintasi lokasi proyek, kondisi jalan sedang dalam tahap pengecoran beton dengan penerangan minim serta tanpa penanda keselamatan yang memadai.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setiawan, menyebut kecelakaan terjadi di area kerja proyek yang tidak memenuhi standar keselamatan lalu lintas.
“Penyebabnya adanya perbaikan jalan tanpa dilengkapi rambu-rambu dan penerangan yang kurang. Di lokasi ada pekerjaan pengecoran jalan, tapi tidak dipasang rambu peringatan yang jelas,” ujar Aris kepada PojokBanten.com di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, upaya pengamanan di lapangan juga tidak optimal. Pembatas yang digunakan hanya bersifat sementara dan tidak cukup terlihat pada malam hari.
“Cuma ada pembatas seperti police line tipis, jadi saat tertiup kendaraan bisa terlepas dan tidak efektif sebagai penanda,” katanya.
Polisi memastikan ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang saat ini sedang dalam proses perbaikan. Namun, minimnya standar keselamatan di area pekerjaan disebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Itu statusnya jalan kabupaten,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menerima informasi dari warga bahwa kecelakaan serupa sudah beberapa kali terjadi di lokasi yang sama, meski tidak semuanya tercatat secara resmi karena tingkat keparahan yang beragam.
“Menurut warga, kejadian kecelakaan sudah beberapa kali terjadi, hanya saja tidak semuanya dilaporkan ke polisi karena pada siang hari tidak terlalu fatal,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur jalan yang dinilai abai terhadap aspek keselamatan pengguna jalan. Satlantas Polres Lebak menegaskan pentingnya pemasangan rambu dan penerangan yang layak di setiap titik pekerjaan jalan aktif.
“Kalau siang masih terbantu cahaya, tapi malam hari sangat berbahaya. Ini sangat disayangkan karena keselamatan pengguna jalan tidak diutamakan,” tegas Aris.
Polisi juga mengimbau pengguna jalan yang melintas di jalur Cikulur–Gunungkencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di area proyek perbaikan jalan.
“Kami imbau pengendara tetap berhati-hati meski tidak ada rambu yang memadai. Kurangi kecepatan dan waspada saat melintas di lokasi proyek,” pungkasnya. (Red)







