Minim Rambu Proyek Perbaikan Jalan, Pengendara Motor di Lebak Alami Kecelakaan

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi proyek perbaikan Jalan Kaduagung–Gunungkencana di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, tanpa rambu peringatan diduga menjadi penyebab kecelakaan pengendara motor, Selasa (19/5/2026).

Kondisi proyek perbaikan Jalan Kaduagung–Gunungkencana di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, tanpa rambu peringatan diduga menjadi penyebab kecelakaan pengendara motor, Selasa (19/5/2026).

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Minimnya rambu peringatan di proyek perbaikan ruas Jalan Kaduagung–Gunungkencana di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa seorang pengendara motor perempuan asal Kecamatan Cikulur, Selasa (19/5/2026).

Korban mengalami kecelakaan saat melintasi jalan yang tengah diperbaiki. Diduga korban berusaha menghindari lubang galian di badan jalan sebelum akhirnya terjatuh dan mengalami cedera serius pada bagian kaki.

Pantauan PojokBanten.com di lokasi pada Selasa (19/5/2026) siang menunjukkan sejumlah titik proyek perbaikan jalan tidak dilengkapi rambu peringatan maupun pengamanan proyek. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari karena minim penerangan.

Seorang warga setempat, Parman (48), mengatakan kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, lubang di titik proyek itu sudah beberapa kali memakan korban.

“Kalau yang di lubang ini saja sudah tiga sampai empat kali kejadian. Pengendara banyak yang enggak tahu kalau ada galian karena enggak ada rambu-rambu. Apalagi orang sering ngebut dari arah sana,” ujar Parman saat ditemui PojokBanten.com di lokasi kejadian, Selasa (19/5/2026).

Parman menjelaskan, korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Cikulur yang diduga hendak menuju wilayah Rangkasbitung. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius hingga diduga patah tulang pada bagian kaki.

“Tadi korban langsung dibawa ke rumah sakit, kebetulan ada ambulans lewat,” katanya.

Ia juga menyoroti metode pengerjaan proyek yang dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, proyek tanpa pengamanan memadai sangat berisiko, terutama saat malam hari.

“Kami tidak menolak perbaikan jalan ini, tapi setidaknya keselamatan pengendara juga harus diutamakan. Kalau malam gelap sama sekali, enggak ada rambu-rambu. Masyarakat jadi enggak tahu kalau ada perbaikan jalan. Ini berbahaya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Neli (41). Ia mengaku sebelumnya juga terjadi kecelakaan di titik jalan berlubang bekas perbaikan di sekitar SD 2 Kampung Pasir Heleuang.

“Di jalan sebelum ke SD 2 Kampung Pasir Heleuang juga ada yang jatuh pas malam Senin. Tukang parabot sampai terjatuh dan barang-barangnya berhamburan,” kata Neli.

Warga meminta pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek segera memasang rambu lalu lintas serta memperbaiki sistem pengamanan proyek di seluruh titik pekerjaan jalan guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

“Harapan kami segera diperbaiki dan diberi rambu lalu lintas. Jangan sampai ada korban lagi,” ucap Parman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp juga belum mendapat respons. (RED)

 

Popular

Gubernur Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani
Soroti Pembongkaran Dua Pura di Sanur, AKAMSI Desak ATR/BPN Batalkan HGB
Berkedok Seminar, Kemenag Pandeglang Diduga Lakukan Pungli dan Telantarkan Siswa
53 Tahanan Polres Lebak Diajak Makan Bersama, Polisi Bangun Komunikasi Lewat Jumat Berkah
Kepala SPPG Nanggala 2 Disorot, Diduga Jarang Berada di Kantor
Pipa IPAL SPPG Labuan Hilang, Pengelola Klaim Perbaikan Tuntas dan Operasional Tetap Lancar
Warga Keluhkan Bau Tak Sedap, Diduga Dari Saluran Limbah Dapur SPPG 1 Labuan
Karang Taruna Pandeglang Resmi Punya Pengurus Baru, Fokus Perkuat Pemberdayaan Pemuda

Popular

Rabu, 2 September 2026 - 08:33

Gubernur Banten Resmikan 7 Daerah Irigasi, Perkuat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Rabu, 2 September 2026 - 08:24

Soroti Pembongkaran Dua Pura di Sanur, AKAMSI Desak ATR/BPN Batalkan HGB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:45

53 Tahanan Polres Lebak Diajak Makan Bersama, Polisi Bangun Komunikasi Lewat Jumat Berkah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:59

Kepala SPPG Nanggala 2 Disorot, Diduga Jarang Berada di Kantor

Senin, 27 Juli 2026 - 07:13

Pipa IPAL SPPG Labuan Hilang, Pengelola Klaim Perbaikan Tuntas dan Operasional Tetap Lancar

Berita Terbaru