Saat dikonfirmasi, Jaya Baya yang juga mantan Bupati Lebak dua periode itu membenarkan adanya penutupan rumah aspirasi tersebut.
Terlebih, tambah dia, rumah tersebut diduga menjadi tepat jual beli jabatan pejabat Lebak.
“Benar ditutup, karena diduga jadi tempat jual beli jabatan,” ujarnya dalam sambungan telpon.
Menurutnya, rumah aspirasi tersebut juga kerap didatangi oleh sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah.
“Pejabat sering datang ke rumah aspirasi,” ujarnya.
Jurnalis POJOKBANTEN.COM sudah berupaya mengkonfirmasi Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tidak mendapatkan jawaban hingga saat ini.
Sementara itu, Relawan Rumah Aspirasi, Badriyudin, membantah jika rumah aspirasi tersebut menjadi tempat jual beli jabatan.
“Tidak ada jual beli jabatan di sana, itu tidak benar,” katanya.
Menurutnya, penutupan itu dilakukan lantaran bangunan tersebut sudah lama direncanakan untuk dikosongkan.
“Sudah diminta dikosongkan sejak lama, karena rencananya akan disewa oleh bank,” ujarnya. (Radit)
Halaman : 1 2







