“Dukungan terhadap program MBG tidak boleh berhenti pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar belajar siswa seperti alat tulis. Dengan begitu semangat belajar anak-anak tetap terjaga dan angka putus sekolah dapat ditekan,” katanya.
Ia menambahkan, kecukupan gizi dan ketersediaan fasilitas belajar merupakan dua faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Sementara itu, Penanggung Jawab (PIC) SDN Cikeusik 5, Enti, menyambut baik dukungan yang diberikan SPPG Pandeglang Cikeusik Nanggala Dua. Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kehadiran siswa di sekolah.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan koordinasi yang baik dari SPPG Pandeglang Cikeusik Nanggala Dua. Kami berkomitmen mengawal pelaksanaan program ini di sekolah serta memastikan makanan dikonsumsi dengan baik oleh siswa sesuai standar kebersihan yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi bantuan alat tulis yang diberikan karena dinilai sangat membantu kebutuhan belajar siswa.
” SPPG Pandeglang Cikeusik Nanggala Dua sendiri merupakan mitra strategis dalam implementasi program gizi yang fokus pada distribusi makanan berkualitas dengan standar keamanan pangan ketat guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,”pungkasnya. (Red)
Halaman : 1 2







