Menunggu Sejak 1980, Petani Lebak Akhirnya Nikmati Irigasi yang Layak Lewat Inpres 2/2025

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Banten, Andra Soni saat meninjau Bendungan Daerah Irigasi (DI) Cisiih di Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Gubernur Banten, Andra Soni saat meninjau Bendungan Daerah Irigasi (DI) Cisiih di Desa Situregen, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Lebak Abeng (60) mengaku konflik perebutan air yang selama puluhan tahun menjadi persoalan utama petani kini mulai hilang. Sejak dekade 1980-an, setiap memasuki musim tanam kedua, petani kerap terlibat perselisihan karena berebut pasokan air dari Bendung Cikoncang Ketapang. Bahkan, di lapangan tidak jarang terjadi ketegangan hingga ada petani yang membawa senjata tajam karena khawatir lahannya tidak memperoleh aliran air.

“Kalau dulu setiap musim tanam kedua, selalu ribut soal air. Yang tidak kebagian air marah, yang kebagian juga khawatir. Itu sudah terjadi sejak tahun 1980-an,” katanya saat ditemui di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Rabu (8/7/2026).

Selain persoalan air, Abeng mengatakan kondisi petani kini jauh lebih baik karena pupuk semakin mudah diperoleh melalui kios pengecer, sementara solar bersubsidi untuk mengoperasikan traktor, combine harvester, maupun alat pertanian lainnya juga lebih mudah diakses.

Namun perubahan yang paling terasa, menurutnya, adalah keberadaan jalan inspeksi yang dibangun di sepanjang saluran irigasi.

“Dulu jalannya masih becek, jelek ongkos angkut gabah sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per karung, bahkan saat musim hujan bisa mencapai Rp40 ribu. Sekarang turun menjadi sekitar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per karung. Ongkos produksi jauh lebih ringan,” ujarnya.

Meski mengapresiasi pembangunan yang telah dilakukan pemerintah, Abeng berharap rehabilitasi jaringan irigasi terus dilanjutkan hingga seluruh wilayah layanan memperoleh manfaat yang sama.

“Selama sekitar 30 tahun irigasi ini terbengkalai. Baru sekarang benar-benar diperhatikan pemerintah. Mudah-mudahan terus dilanjutkan,” katanya.

Hal senada disampaikan petani Desa Bolang, Aman (62). Ia mengaku sebelum jaringan irigasi diperbaiki, petani bahkan kesulitan melakukan satu kali masa tanam dalam setahun akibat keterbatasan air.

Kini, setelah saluran irigasi berfungsi lebih baik, petani mampu melakukan dua kali tanam, bahkan di beberapa lokasi sudah dapat mencapai tiga kali musim tanam dalam setahun.

“Alhamdulillah, sekarang bisa dua kali tanam, bahkan ada yang tiga kali. Kemarin saya panen sekitar 27 ton dari lahan enam hektare, besok masih ada empat hektare yang mau dipanen,” katanya.

Menurut Aman, keberadaan jalan inspeksi yang telah dibangun juga mempermudah kendaraan mengangkut gabah dari sawah menuju rumah maupun tempat penggilingan. Jika sebelumnya biaya angkut mencapai Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per karung ketika musim hujan, kini turun menjadi sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per karung.

Ia juga mengaku tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh pupuk maupun solar bersubsidi untuk kebutuhan alat mesin pertanian.

“Dulu kami susah air, pupuk juga susah, jalan rusak. Sekarang irigasi sudah bagus, jalan juga bagus. Kami benar-benar merasakan manfaatnya. Terima kasih kepada pemerintah, kepada presiden dan Bapak Gubernur Andra Soni,” ujarnya. (ADV).

Popular

Jalan Penghubung Dua Desa Dibuka Lewat TMMD, Warga Patia: Impian Kami Akhirnya Terwujud
Polsek Menes Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang HUT RI
TMMD Ke-129 Buka Akses Desa Pasir Gadung, Danrem 064/MY Tinjau Proyek dan Salurkan Bantuan
Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Gelontorkan Rp300 Juta Bangun Infrastruktur Bersama Warga
PLBH Langit Biru Pandeglang dan Rutan Kelas IIB Perkuat Sinergi Pelayanan Hukum
Harlah KLPI Pandeglang, Ketua KORMI Dorong Penguatan Budaya Hidup Sehat dan Persiapan FORPROV Banten
Dukung Program MBG, SPPG Cikeusik Nanggala Dua Salurkan Bantuan Alat Tulis
Jelang Idul Adha, Harga Gas Elpiji 3 Kg di Labuan Pandeglang Tembus Rp25 Ribu

Popular

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:35

Jalan Penghubung Dua Desa Dibuka Lewat TMMD, Warga Patia: Impian Kami Akhirnya Terwujud

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:13

Polsek Menes Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang HUT RI

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59

TMMD Ke-129 Buka Akses Desa Pasir Gadung, Danrem 064/MY Tinjau Proyek dan Salurkan Bantuan

Senin, 13 Juli 2026 - 15:45

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Gelontorkan Rp300 Juta Bangun Infrastruktur Bersama Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 13:28

Menunggu Sejak 1980, Petani Lebak Akhirnya Nikmati Irigasi yang Layak Lewat Inpres 2/2025

Berita Terbaru