Kondisi lahan di bagian belakang juga tampak berbeda dengan bangunan utama yang telah berdiri. Area tersebut masih berupa lahan terbuka dengan sejumlah pepohonan dan vegetasi yang tumbuh di sekitar persawahan.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan pembangunan maupun rencana operasional gedung yang diperuntukkan sebagai pabrik gula tersebut.
“Kalau kelanjutannya kami kurang tahu. Bangunannya memang sudah ada, tetapi sampai sekarang kami belum mengetahui kapan akan mulai beroperasi,” ujar salah seorang warga sekitar yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (10/8/2026).
Warga tersebut mengatakan, informasi mengenai perkembangan pembangunan maupun rencana operasional pabrik juga belum banyak diketahui masyarakat sekitar.
“Kami juga kurang mengetahui apakah pembangunannya masih berjalan atau bagaimana. Kalau soal kapan mulai beroperasi, kami belum mendapatkan informasi,” katanya.
Menurut dia, masyarakat sekitar hingga kini belum memperoleh informasi mengenai kapan gedung tersebut akan mulai digunakan maupun pihak yang menjalankan kegiatan di dalam kawasan.
Dari hasil pantauan, bangunan utama masih dalam kondisi tertutup dan belum terlihat aktivitas produksi. Tidak adanya pihak yang dapat ditemui di lokasi membuat informasi mengenai keberadaan dan kegiatan di dalam gedung belum dapat diperoleh secara langsung.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai status pembangunan gedung, identitas perusahaan atau pengelola, pemanfaatan lahan di bagian belakang, serta kepastian waktu dimulainya operasional pabrik gula tersebut. (Muj)
Halaman : 1 2







