POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG- Pemandangan tak biasa terlihat di Kampung Taraju, Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (4/9/2026) malam. Ratusan warga berkumpul di tengah hamparan sawah yang mengering akibat kemarau untuk mengikuti nonton bareng (nobar) film perjuangan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 warga itu bukan sekadar hiburan. Di sela pemutaran film sejarah perjuangan kemerdekaan, warga juga mendapat sosialisasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, kenakalan remaja, bahaya narkoba, hingga sejumlah program bantuan sosial pemerintah.
Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Provinsi Banten Beni Madsira mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan memanfaatkan ruang publik sebagai sarana edukasi sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Pada intinya kita memanfaatkan ruang-ruang publik untuk melakukan sosialisasi kepada warga,” kata Beni saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (4/9/2026) malam.
Menurut dia, materi sosialisasi disampaikan oleh sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. KSB memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, sementara pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak terkait menyampaikan informasi mengenai bantuan sosial, termasuk PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta BPJS Kesehatan.
Selain itu, kepolisian turut memberikan edukasi mengenai kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara organisasi masyarakat, KSB, forum pendamping PKH, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur Muspika Kecamatan Angsana.
Beni mengatakan pemilihan lokasi di area persawahan yang kering juga menjadi bagian dari pemanfaatan ruang terbuka yang tersedia di tengah kondisi kemarau.
“Kita menggelarnya di tengah sawah yang kering, yang ada di pinggir jalan. Kita memanfaatkan lahan kering yang ada di pinggir jalan,” ujarnya.
Tak hanya orang dewasa, kegiatan tersebut juga diikuti ibu-ibu dan anak-anak muda. Mereka duduk bersama menyaksikan film perjuangan yang diputar menggunakan layar besar di tengah persawahan.
Film-film bertema perjuangan dan sejarah kemerdekaan dipilih untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme, terutama kepada generasi muda.
Beni mengatakan, rangkaian nobar tersebut diisi beberapa film yang mengangkat tema perjuangan dan sejarah bangsa. Salah satunya berkaitan dengan momentum September dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
“Harapan kami, masyarakat bisa mengambil manfaat dari acara nobar ini, terutama memahami bagaimana perjuangan para pahlawan dan orang-orang tua kita dulu memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Menurut Beni, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membangkitkan rasa cinta terhadap Tanah Air. Pertemuan warga dalam satu ruang juga diharapkan memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tingkat masyarakat.
Di tengah kondisi sebagian lahan pertanian yang mengering akibat kemarau, ruang persawahan yang biasanya menjadi tempat warga bercocok tanam untuk sementara berubah fungsi menjadi ruang pertemuan dan edukasi masyarakat.
Beni berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan memanfaatkan ruang-ruang publik lainnya sehingga penyampaian informasi mengenai kebencanaan, perlindungan sosial, dan persoalan sosial masyarakat dapat menjangkau warga secara langsung.
“Yang terutama adalah menjadikan ini sebagai ajang silaturahmi antarwarga di Kecamatan Angsana. Kita bisa berkumpul dan ngopi bareng,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), anggota kepolisian, unsur Muspika Kecamatan Angsana, serta tokoh masyarakat. (RED)







