POJOKBANTEN.COM,LEBAK- Libur akhir pekan yang bertepatan dengan perayaan Paskah 2026 membawa dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat di kawasan wisata pantai Kabupaten Lebak. Lonjakan kunjungan wisatawan mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama pada sektor penginapan berbasis rumah warga di wilayah pesisir.
Sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Legon Pari, Tanjung Layar, Pantai Ciantir, hingga Goa Langir menjadi magnet utama wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan sejumlah provinsi lain. Tingginya mobilitas ini turut mendorong peningkatan tingkat hunian penginapan, baik homestay resmi maupun rumah warga yang disewakan secara mandiri.
Di kawasan pesisir seperti Desa Sawarna, fenomena ini menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat lokal. Ratusan rumah warga disulap menjadi penginapan sederhana untuk menampung wisatawan yang datang selama musim liburan.
Salah satu warga, Samsul Hadi (54), mengungkapkan bahwa permintaan sewa rumah meningkat cukup tajam saat musim liburan, meskipun tidak semua rumah mendapat tingkat keterisian yang sama.
“Untuk sewa rumah itu fleksibel, tapi minimal sekitar Rp300 ribu per malam kalau terisi. Namun tidak setiap malam selalu penuh,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, pendapatan kotor tersebut masih harus dipotong biaya operasional seperti kebersihan, perlengkapan tamu, hingga kebutuhan dasar lainnya. Setelah dikurangi biaya, keuntungan bersih yang diperoleh warga rata-rata berkisar sekitar Rp150 ribu per malam.
“Kotor ini mah belum bersihnya ya. Belum lagi risiko beli sabun segala macam. Ya paling sisa-sisanya 150 semalam,” katanya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







