Miris! Hari Pendidikan Nasional, Siswa SD di Lebak Tiap Hari Bertarung dengan Jalan Lumpur Menuju Sekolah

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD di Kecamatan Cikulur dan Warunggunung, Lebak, Banten, terpaksa melintasi jalan rusak dan berlumpur menuju sekolah, Sabtu (2/5/2026).

Siswa SD di Kecamatan Cikulur dan Warunggunung, Lebak, Banten, terpaksa melintasi jalan rusak dan berlumpur menuju sekolah, Sabtu (2/5/2026).

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional, potret ketimpangan akses pendidikan masih terlihat jelas di Kabupaten Lebak, Banten. Puluhan siswa sekolah dasar negeri di Kecamatan Cikulur dan Warunggunung setiap hari harus berjibaku melewati jalan rusak, berlumpur, dan tergenang air untuk bisa sampai ke sekolah, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tepatnya di ruas jalan penghubung Kampung Suminta, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, serta sejumlah titik di Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, kondisi infrastruktur jalan tampak memprihatinkan. Permukaan jalan dipenuhi lumpur dan genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan, sehingga menyulitkan aktivitas warga, khususnya para pelajar.

Sejumlah siswa terlihat berjalan pelan sambil menjaga keseimbangan di jalur licin tersebut. Sepatu yang mereka kenakan sudah kotor bahkan sebelum memasuki ruang kelas. Dalam kondisi tertentu, para siswa terpaksa melepas alas kaki dan menggulung celana agar dapat melintasi genangan air yang cukup dalam.

Situasi ini telah menjadi rutinitas harian bagi anak-anak sekolah di wilayah tersebut. Tas sederhana yang mereka bawa berisi buku pelajaran menjadi simbol harapan di tengah keterbatasan infrastruktur yang belum tersentuh perbaikan.

Salah seorang siswa SD Negeri 2 Sukadaya, Khanza, mengungkapkan kondisi jalan tersebut sudah berlangsung sejak dirinya duduk di kelas satu hingga kini menginjak kelas enam.

“Jalannya jelek, kalau hujan pasti banyak airnya. Dari kelas satu sampai sekarang kelas enam, jalannya enggak pernah diperbaiki,” ujar Khanza saat ditemui dalam perjalanan menuju sekolah.

Ia juga mengaku kondisi jalan tersebut kerap menyulitkan dirinya. Seragam dan sepatu yang dikenakan sering kali sudah kotor sebelum tiba di sekolah.

“Kadang baju aku suka kotor sama sepatu juga,” tambahnya.

Khanza berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses jalan di wilayahnya agar tidak lagi menyulitkan para pelajar.

“Pak Gubernur Andra Soni, Pak Presiden Prabowo, tolong jalannya diperbaiki, kami kesulitan,” harapnya.

Sementara itu, warga setempat, Eny (34), mengatakan ruas jalan tersebut merupakan akses penghubung antar desa di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur yang telah lama tidak tersentuh perbaikan.

“Ini jalan penghubung ke berbagai desa di Warunggunung dan Cikulur. Dari dulu belum pernah diperbaiki. Kasihan anak-anak sekolah, kadang baju dan sepatu mereka kotor,” ujarnya.

Eny menyebut, kerusakan jalan tersebut diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer dan telah berlangsung selama belasan tahun tanpa perbaikan signifikan.

“Kerusakan jalan ini sudah lama Pak, ada kali sekitar belasan tahun mah,” jelasnya.

Selain menghambat aktivitas warga, kondisi jalan yang rusak juga kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang tergelincir di jalan licin dan berlubang.

“Duh sulit banget kalau lewat sini, apalagi kalau sudah hujan, kewalahan. Kadang kendaraan juga banyak yang jatuh karena jalannya rusak,” pungkasnya. (Red)

Popular

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78
Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional
Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes
Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial
Penerima Bansos Beras di Lebak Naik 20 Persen, Bulog Siapkan 6.612 Ton untuk 220.428 Orang
Kemensos Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta untuk Suryadi, Warga Lebak yang 15 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot
Hari Anak Nasional, Siswa Masih Belajar di Kelas Rusak, DPRD Pandeglang Desak Disdikpora Berbenah

Popular

Selasa, 1 September 2026 - 03:53

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:07

Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:23

Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:15

Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56

Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial

Berita Terbaru