Oknum SPPI Diduga Terlibat VCS, Dorong BGN Tindak Tegas 

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koordinator Kumala, Rohimin, menyoroti terkait adanya oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berinisial (J) di wilayah Lebak Selatan, diduga terlibat dalam aktivitas tidak bermoral melalui Video Call Seks (vcs) bersama wanita. 

Ketua Koordinator Kumala, Rohimin, menyoroti terkait adanya oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berinisial (J) di wilayah Lebak Selatan, diduga terlibat dalam aktivitas tidak bermoral melalui Video Call Seks (vcs) bersama wanita. 

POJOKBANTEN.COM,LEBAK – Ketua Koordinator Kumala, Rohimin, menyoroti terkait adanya oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berinisial (J) di wilayah Lebak Selatan, diduga terlibat dalam aktivitas tidak bermoral melalui Video Call Seks (vcs) bersama wanita.

Peristiwa tersebut beredar melalui media sosial (medsos) yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Rohimin menilai, perilaku tersebut sangat kurang pantas dilakukan oleh oknum SPPI tersebut.

Dikarenakan telah mencoreng nama baik program pemerintah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etika.

“Dugaan ini telah menjadi perhatian serius, karena bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang melekat pada peserta SPPI sebagai representasi generasi pembangunan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada PojokBanten.com, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, SPPI merupakan program strategis yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial tinggi.

“Jadi perilaku menyimpang seperti VCS itu, dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap etika dan disiplin,” ujarnya.

Langgar Norma dan Integritas

Ia mengatakan, dugaan tindakan hanya mencoreng pelanggaran secara pribadi, melainkan juga mencerminkan kegagalan dalam menjaga integritas sebagai bagian dari program negara.

Terlebih, hal itu masuk dalam aktivitas bermuatan pornografi, terlebih dilakukan oleh individu yang membawa nama institusi, berpotensi merusak kepercayaan publik.

“Ini bukan hanya soal moral individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas program. SPPI seharusnya menjadi contoh, bukan justru menimbulkan kontroversi,” tegasnya.

Selain itu, tambah dia, kode etik profesi dan aturan internal program SPPI juga mengharuskan setiap peserta menjaga sikap, perilaku, serta nama baik institusi.

Popular

Kecelakaan Maut di Cikulur Tewaskan Pedagang Asal Madura, Polisi: Rambu dan Penerangan Minim
Kepergok Diduga Hendak Curi Motor, Pria di Lebak Nyaris Tewas Dihajar Massa
Jaringan Narkoba di Lebak Gunakan Instagram dan Sistem “Tempel”, Polisi Ungkap 20 Kasus
Pelaku Curanmor Makin Nekat, Polres Lebak Imbau Warga Aktifkan Siskamling
Teguran Tak Digubris, Ayah Murka Hantam Anak Pakai Palu hingga Kritis
Kenalan via Telepon, IRT di Pandeglang Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur
Legislator Banten I, Minta Pemerintah Indonesia Desak PPB Investigasi Kematian 3 Prajurit TNI di Libanon
Antisipasi Balap Liar dan Peredaran Miras di Bulan Ramadhan, Polres Pandeglang Gelar Patroli

Popular

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:47

Kecelakaan Maut di Cikulur Tewaskan Pedagang Asal Madura, Polisi: Rambu dan Penerangan Minim

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:59

Kepergok Diduga Hendak Curi Motor, Pria di Lebak Nyaris Tewas Dihajar Massa

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:58

Jaringan Narkoba di Lebak Gunakan Instagram dan Sistem “Tempel”, Polisi Ungkap 20 Kasus

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:00

Pelaku Curanmor Makin Nekat, Polres Lebak Imbau Warga Aktifkan Siskamling

Rabu, 15 April 2026 - 09:58

Teguran Tak Digubris, Ayah Murka Hantam Anak Pakai Palu hingga Kritis

Berita Terbaru