“Untuk jumlahnya banyak. Maaf, Aulia tidak boleh memberi tahu secara rinci karena sudah masuk ke ranah penyidik. Kurang lebih ratusan obat,” ujarnya.
Terkait perkembangan penanganan perkara maupun dugaan pelaku, Rita meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak yang menangani penyelidikan.
“Jadi untuk kelanjutan kasusnya langsung tanya ke bagian yang menanganinya,” katanya.
Di sisi lain, RSUD Aulia Menes juga menegaskan bahwa lembaganya secara rutin menjalani audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat. Pada Maret 2026, rumah sakit tersebut telah menerima dokumen hasil audit BPK.
“Oh iya, maksudnya begini, Aulia memang setiap tahunnya selalu diaudit oleh BPK dan juga Inspektorat, dan tidak ada masalah. Adapun adanya kehilangan obat ini, ya memang harus kita laporkan,” tutur Rita.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan maupun dugaan pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya ratusan obat psikotropika tersebut. Kasus ini masih dalam penanganan aparat berwenang. (Red)
Halaman : 1 2







