POJOKBANTEN.COM,LEBAK – Ketua Koordinator Kumala, Rohimin, menyoroti terkait adanya oknum Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berinisial (J) di wilayah Lebak Selatan, diduga terlibat dalam aktivitas tidak bermoral melalui Video Call Seks (vcs) bersama wanita.
Peristiwa tersebut beredar melalui media sosial (medsos) yang kini tengah menjadi sorotan publik.
Rohimin menilai, perilaku tersebut sangat kurang pantas dilakukan oleh oknum SPPI tersebut.
Dikarenakan telah mencoreng nama baik program pemerintah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi integritas, disiplin, dan etika.
“Dugaan ini telah menjadi perhatian serius, karena bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang melekat pada peserta SPPI sebagai representasi generasi pembangunan nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada PojokBanten.com, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, SPPI merupakan program strategis yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial tinggi.
“Jadi perilaku menyimpang seperti VCS itu, dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap etika dan disiplin,” ujarnya.
Langgar Norma dan Integritas
Ia mengatakan, dugaan tindakan hanya mencoreng pelanggaran secara pribadi, melainkan juga mencerminkan kegagalan dalam menjaga integritas sebagai bagian dari program negara.
Terlebih, hal itu masuk dalam aktivitas bermuatan pornografi, terlebih dilakukan oleh individu yang membawa nama institusi, berpotensi merusak kepercayaan publik.
“Ini bukan hanya soal moral individu, tetapi juga menyangkut kredibilitas program. SPPI seharusnya menjadi contoh, bukan justru menimbulkan kontroversi,” tegasnya.
Selain itu, tambah dia, kode etik profesi dan aturan internal program SPPI juga mengharuskan setiap peserta menjaga sikap, perilaku, serta nama baik institusi.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







