Banjir Rendam Mustika Tigaraksa, Akses Lumpuh dan Sekolah Terhenti

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua orang siswa saat melintasi genangan air di Perumahan Mustika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/5/2026)

Dua orang siswa saat melintasi genangan air di Perumahan Mustika, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/5/2026)

POJOKBANTEN.COM, TANGERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang, Banten selama sekitar satu jam menyebabkan Sungai Cimanceuri, anak Sungai Ciranjieun, meluap dan merendam kawasan permukiman warga di Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Senin (6/4/2026).

Akibat peristiwa tersebut, puluhan warga terisolasi karena akses jalan menuju permukiman tidak dapat dilalui kendaraan. Aktivitas warga pun lumpuh, termasuk kegiatan belajar mengajar. Sejumlah siswa terpaksa diliburkan lantaran kendaraan penjemput tidak dapat masuk ke area perumahan yang terdampak banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir terjadi di sekitar Perumahan Mustika Tigaraksa dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Luapan air dipicu intensitas hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah Bogor yang memperparah debit sungai.

Salah seorang warga, Surnata, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga pagi hari.

“Air meluap dari Kali Manceri ke Kali Ciranjieun. Ditambah kiriman air dari Bogor dan hujan di wilayah sini, akhirnya sungai tidak mampu menampung debit air,” ujarnya.

Ia menyebutkan, wilayah yang paling parah terdampak berada di Blok D, Blok F, dan Blok H. Sementara Blok C juga terdampak, terutama rumah-rumah yang berada dekat aliran sungai.

“Untuk ketinggian air, ada yang mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter. Sebagian besar rumah yang dekat dengan kali terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, banjir serupa kerap terjadi, terutama saat hujan deras bersamaan dengan kiriman air dari daerah hulu.

“Kalau hujan besar ditambah kiriman air dari Bogor, biasanya pasti banjir,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada bantuan maupun penanganan dari pihak pemerintah setempat.

“Belum ada bantuan yang datang. Untuk tahun ini, ini sudah banjir kedua,” tambahnya.

Warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah guna mencegah banjir berulang, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut. (DAFFA)

Popular

Terseret Ombak Ganas! Turis China di Pantai Cibobos Lebak Ditemukan Tewas
Rumah Tiga Keluarga di Lebak Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar
Pria di Lebak Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Rumahnya
Masuk Area Permukiman, Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Berhasil Ditangkap Warga 
Diduga Terlambat Ditangani, Korban Gigitan Ular di Lebak Meninggal Dunia
Longsor Tiga Tahun Lalu, Jalan Penghubung Antar Desa di Pandeglang Belum Ditangani
Hujan Deras Picu Longsor di Bantaran Sungai Ciujung, Empat Rumah Warga Cibadak Lebak Rusak Berat
Tembok Taman Lampu Merah Sumur Buang Lebak Longsor, Material Timbun Jalan dan Ganggu Toko Warga

Popular

Senin, 13 April 2026 - 08:13

Terseret Ombak Ganas! Turis China di Pantai Cibobos Lebak Ditemukan Tewas

Rabu, 8 April 2026 - 01:49

Rumah Tiga Keluarga di Lebak Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Obat Nyamuk Bakar

Senin, 6 April 2026 - 02:09

Banjir Rendam Mustika Tigaraksa, Akses Lumpuh dan Sekolah Terhenti

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:15

Pria di Lebak Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Rumahnya

Senin, 9 Maret 2026 - 18:29

Masuk Area Permukiman, Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Berhasil Ditangkap Warga 

Berita Terbaru