POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Seorang wisatawan asing asal China, SA Nuhai (41), yang berdomisili di Jakarta Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat tergulung ombak di Pantai Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten.
Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (13/4/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (12/4/2026) pukul 13.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Basarnas bersama unsur terkait dengan menyisir area dari arah barat dan timur, serta memanfaatkan teknologi drone untuk mempercepat pencarian.
Petugas Basarnas Banten, Indra, mengatakan tanda-tanda keberadaan korban pertama kali terlihat di sektor timur sebelum dipastikan melalui pemantauan drone.
“Setelah posisi korban teridentifikasi, kami langsung menurunkan perahu karet untuk proses evakuasi yang melibatkan unsur kepolisian, TNI Angkatan Laut, BPBD, serta potensi SAR lainnya di wilayah Lebak,” ujar Indra kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Ia menyebutkan, korban ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB dalam radius kurang lebih dua kilometer dari titik awal kejadian. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RS Malingping untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga.
“Korban langsung dibawa ke RS Malingping, dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, membenarkan penemuan korban tersebut.
“Korban laka laut di kawasan wisata Karang Songsong Cibobos sudah ditemukan oleh tim gabungan bersama masyarakat, tidak jauh dari lokasi kejadian, pada pukul 09.00 WIB,” kata Erwin.
Erwin juga menyoroti pentingnya peningkatan aspek keselamatan di kawasan wisata tersebut. Ia menyebut lokasi pantai yang berada di kawasan milik Perhutani masih minim pengawasan, termasuk belum tersedianya petugas pemandu pantai atau lifeguard terlatih.
“Karena lokasi btersebut tidak ada petugas pemandu pantai atau lifeguard yg terlatih,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya berharap adanya penataan kawasan serta kerja sama dengan lembaga penyelamat wisata tirta untuk meningkatkan standar keselamatan.
“Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama bagi para pengelola destinasi wisata,” pungkasnya. (Daffa)







