POJOKBANTEN.COM, SERANG – Proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang dipastikan segera masuk tahap pelaksanaan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang menuntaskan proses lelang pengadaan.
Pemerintah menargetkan pembangunan mulai dapat dikerjakan pada April 2026, seiring rampungnya tahapan administrasi lelang yang saat ini masih berlangsung.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan proyek revitalisasi tersebut segera direalisasikan karena proses lelang telah berjalan dan ditargetkan segera menghasilkan pemenang.
“Kita sudah dalam proses lelang, insya Allah nanti bulan ini akan sudah mulai pembangunan di Alun-alun Kota Serang,” ujar Budi kepada PojokBanten.com, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, konsep baru Alun-alun Kota Serang nantinya akan menghadirkan sejumlah ikon khas daerah, di antaranya simbol golok sebagai identitas budaya serta gerbang bergaya Kaibon sebagai representasi sejarah Kesultanan Banten. Namun, konsep tersebut tetap mengusung ruang terbuka modern.
“Iya ada golok, mencirikan khas Kota Serang, lalu ada nanti pagarnya Kaibon, tapi gerbang saja ya, karena konsep kita adalah terbuka dan modern,” katanya.
Budi berharap revitalisasi ini dapat menjadikan Alun-alun Kota Serang sebagai ikon kedua setelah kawasan Royal Baroe, sekaligus memperkuat daya tarik wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mudah-mudahan ini menjadi ikon kedua setelah Royal Baroe. Harapan saya bisa meningkatkan wisatawan masuk ke Kota Serang dan mendorong ekonomi,” ujarnya.
Dalam konsep baru tersebut, Alun-alun Barat dan Alun-alun Timur akan digabung menjadi satu kawasan terpadu dengan satu nama, yakni Alun-alun Kota Serang.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil menegaskan bahwa proses lelang masih berjalan di instansi terkait, dengan target pelaksanaan fisik dapat dimulai paling lambat Mei 2026.
“Mudah-mudahan di April ini sudah bisa dilakukan pelaksanaan atau selambat-lambatnya Mei,” ujarnya.
Ia menyebutkan, revitalisasi Alun-alun Kota Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari APBD Kota Serang 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk penataan ulang kawasan Alun-alun Barat dan Timur agar menjadi satu kesatuan ruang publik.
“Itulah semua dijadikan satu. Jadi Alun-alun Barat dan Timur semua direvitalisasi dijadikan satu,” katanya.
Wahyu menambahkan, revitalisasi ini bertujuan memperluas fungsi ruang publik agar tidak hanya dinikmati warga Kota Serang, tetapi juga masyarakat luar daerah, mengingat posisi Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
“Ini akan menjadi ikon ibu kota Provinsi Banten yang bisa dinikmati tidak hanya masyarakat Kota Serang, tetapi juga masyarakat luar,” ujarnya.
Dalam desain baru, kawasan Alun-alun akan dilengkapi ruang bermain anak, area olahraga, ruang publik, lapangan upacara, serta satu tugu ikon sebagai identitas Kota Serang yang merepresentasikan unsur ulama, umaro, dan masyarakat.
Ia juga memastikan bahwa monumen perjuangan masyarakat Kota Serang yang saat ini ada akan digantikan dengan konsep ikon baru tersebut.
“Itu dihilangkan karena perencanaan kita memang diperbaharui dengan tiga tugu itu,” tegasnya.
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang ini diharapkan menjadi salah satu proyek strategis daerah yang mampu memperkuat identitas kota sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. (RED)







