Jelang Idul Adha, Harga Gas Elpiji 3 Kg di Labuan Pandeglang Tembus Rp25 Ribu

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi harga kenaikan gas Elpiji 3 kilogram.

Gambar Ilustrasi harga kenaikan gas Elpiji 3 kilogram.

POJOKBANTEN.COM, PANDEGLANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha, warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan mahalnya harga gas Elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer.

Pasalnya, harga jual gas bersubsidi tersebut disebut mencapai Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Padahal, pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.19 ribu per tabung.

Salah seorang warga Labuan, Herman, mengatakan banyak masyarakat mengeluhkan kenaikan harga gas Elpiji 3 kilogram yang dinilai cukup memberatkan.

“Iya mahal, banyak masyarakat yang mengeluhkan termasuk saya, dengan harganya sampai Rp24 ribu sampai Rp25 ribu, itu di tingkat pengecer,” ungkap Herman kepada wartawan, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Herman, tingginya harga di tingkat pengecer diduga dipengaruhi harga jual di pangkalan yang juga tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

“Dijual oleh pengecer dengan harga yang tinggi, kami menduga di tingkat pangkalan juga harganya tidak sesuai yang sudah ditetapkan pemerintah, sampai Rp.19 ribu. Jadi wajar kalau di pengecer harganya tinggi,” katanya.

Ia pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan agar harga gas subsidi tetap sesuai aturan.

“Kami harap pemerintah juga berperan aktif untuk memastikan harga gas yang dijual kepada masyarakat sesuai HET,” ujarnya.

Herman menilai kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat subsidi pemerintah.

“Kasihan masyarakat miskin yang memang tidak bisa menikmati subsidi yang sudah diberikan oleh pemerintah,” tandasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Pandeglang, Erik Widhaswara, mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi di lapangan.

Popular

Jalan Penghubung Dua Desa Dibuka Lewat TMMD, Warga Patia: Impian Kami Akhirnya Terwujud
Polsek Menes Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang HUT RI
TMMD Ke-129 Buka Akses Desa Pasir Gadung, Danrem 064/MY Tinjau Proyek dan Salurkan Bantuan
Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Gelontorkan Rp300 Juta Bangun Infrastruktur Bersama Warga
Menunggu Sejak 1980, Petani Lebak Akhirnya Nikmati Irigasi yang Layak Lewat Inpres 2/2025
PLBH Langit Biru Pandeglang dan Rutan Kelas IIB Perkuat Sinergi Pelayanan Hukum
Harlah KLPI Pandeglang, Ketua KORMI Dorong Penguatan Budaya Hidup Sehat dan Persiapan FORPROV Banten
Dukung Program MBG, SPPG Cikeusik Nanggala Dua Salurkan Bantuan Alat Tulis

Popular

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:35

Jalan Penghubung Dua Desa Dibuka Lewat TMMD, Warga Patia: Impian Kami Akhirnya Terwujud

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:13

Polsek Menes Santuni Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Semangat Kebersamaan Jelang HUT RI

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59

TMMD Ke-129 Buka Akses Desa Pasir Gadung, Danrem 064/MY Tinjau Proyek dan Salurkan Bantuan

Senin, 13 Juli 2026 - 15:45

Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah Gelontorkan Rp300 Juta Bangun Infrastruktur Bersama Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 13:28

Menunggu Sejak 1980, Petani Lebak Akhirnya Nikmati Irigasi yang Layak Lewat Inpres 2/2025

Berita Terbaru