Kecelakaan Maut di Cikulur Tewaskan Pedagang Asal Madura, Polisi: Rambu dan Penerangan Minim

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan Raya Cikulur–Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Jumat (29/5/2026) malam, kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan pada proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak menilai minimnya rambu peringatan serta kurangnya penerangan di lokasi proyek diduga kuat menjadi faktor utama insiden maut itu.

Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan Raya Cikulur–Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Jumat (29/5/2026) malam, kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan pada proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak menilai minimnya rambu peringatan serta kurangnya penerangan di lokasi proyek diduga kuat menjadi faktor utama insiden maut itu.

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di ruas Jalan Raya Cikulur–Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Jumat (29/5/2026) malam, kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan pada proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lebak menilai minimnya rambu peringatan serta kurangnya penerangan di lokasi proyek diduga kuat menjadi faktor utama insiden maut itu.

Korban diketahui bernama Muhammad Nur (28), seorang pedagang asal Madura yang menetap dan berusaha di wilayah Cikulur. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara setelah diduga kehilangan kendali saat melintasi area pekerjaan pengecoran jalan di Kampung Cipeuteuy, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari arah Gunungkencana menuju Cikulur usai berbelanja kebutuhan untuk warung miliknya. Saat melintasi lokasi proyek, kondisi jalan sedang dalam tahap pengecoran beton dengan penerangan minim serta tanpa penanda keselamatan yang memadai.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setiawan, menyebut kecelakaan terjadi di area kerja proyek yang tidak memenuhi standar keselamatan lalu lintas.

“Penyebabnya adanya perbaikan jalan tanpa dilengkapi rambu-rambu dan penerangan yang kurang. Di lokasi ada pekerjaan pengecoran jalan, tapi tidak dipasang rambu peringatan yang jelas,” ujar Aris kepada PojokBanten.com di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, upaya pengamanan di lapangan juga tidak optimal. Pembatas yang digunakan hanya bersifat sementara dan tidak cukup terlihat pada malam hari.

“Cuma ada pembatas seperti police line tipis, jadi saat tertiup kendaraan bisa terlepas dan tidak efektif sebagai penanda,” katanya.

Polisi memastikan ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang saat ini sedang dalam proses perbaikan. Namun, minimnya standar keselamatan di area pekerjaan disebut meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.

“Itu statusnya jalan kabupaten,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menerima informasi dari warga bahwa kecelakaan serupa sudah beberapa kali terjadi di lokasi yang sama, meski tidak semuanya tercatat secara resmi karena tingkat keparahan yang beragam.

“Menurut warga, kejadian kecelakaan sudah beberapa kali terjadi, hanya saja tidak semuanya dilaporkan ke polisi karena pada siang hari tidak terlalu fatal,” ujarnya.

Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur jalan yang dinilai abai terhadap aspek keselamatan pengguna jalan. Satlantas Polres Lebak menegaskan pentingnya pemasangan rambu dan penerangan yang layak di setiap titik pekerjaan jalan aktif.

“Kalau siang masih terbantu cahaya, tapi malam hari sangat berbahaya. Ini sangat disayangkan karena keselamatan pengguna jalan tidak diutamakan,” tegas Aris.

Polisi juga mengimbau pengguna jalan yang melintas di jalur Cikulur–Gunungkencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di area proyek perbaikan jalan.

“Kami imbau pengendara tetap berhati-hati meski tidak ada rambu yang memadai. Kurangi kecepatan dan waspada saat melintas di lokasi proyek,” pungkasnya. (Red)

Popular

Ketua DPRD Lebak Dukung Tes Urine ASN hingga Dewan, Perda P4PGN Diminta Segera Diterapkan
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Tahun 2019 Kembali Diusut, Polda Banten Beri Pendampingan Korban
PLBH Langit Biru Akan Layangkan Legal Opinion ke Kemenhub, Desak Audit Keselamatan PO Bus Asli Prima
Ratusan Obat Psikotropika Dilaporkan Hilang dari RSUD Aulia Pandeglang, Manajemen Klaim Sudah Sesuai SOP
Kepergok Diduga Hendak Curi Motor, Pria di Lebak Nyaris Tewas Dihajar Massa
Jaringan Narkoba di Lebak Gunakan Instagram dan Sistem “Tempel”, Polisi Ungkap 20 Kasus
Pelaku Curanmor Makin Nekat, Polres Lebak Imbau Warga Aktifkan Siskamling
Teguran Tak Digubris, Ayah Murka Hantam Anak Pakai Palu hingga Kritis

Popular

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:50

Ketua DPRD Lebak Dukung Tes Urine ASN hingga Dewan, Perda P4PGN Diminta Segera Diterapkan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:19

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Tahun 2019 Kembali Diusut, Polda Banten Beri Pendampingan Korban

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:31

PLBH Langit Biru Akan Layangkan Legal Opinion ke Kemenhub, Desak Audit Keselamatan PO Bus Asli Prima

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:49

Ratusan Obat Psikotropika Dilaporkan Hilang dari RSUD Aulia Pandeglang, Manajemen Klaim Sudah Sesuai SOP

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:47

Kecelakaan Maut di Cikulur Tewaskan Pedagang Asal Madura, Polisi: Rambu dan Penerangan Minim

Berita Terbaru