POJOKBANTEN.COM – LEBAK – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Banten selama dua hari berturut-turut menyebabkan Sungai Ciujung meluap dan memicu longsor di bantaran sungai. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya empat rumah warga di Kampung Pasir Melati, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, dilaporkan rusak berat setelah tergerus longsor pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Longsor terjadi setelah debit air Sungai Ciujung meningkat tajam akibat hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya. Luapan air sungai mengikis tanah di sekitar permukiman warga yang berada di tepi bantaran hingga akhirnya amblas.
Pantauan di lokasi pada Sabtu sore menunjukkan sebagian bangunan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Salah satunya dapur milik warga yang runtuh dan jatuh ke aliran Sungai Ciujung. Tanah di sekitar permukiman juga terlihat terus terkikis, sementara debit air sungai masih tinggi sehingga dikhawatirkan memicu longsor susulan.
Salah satu warga terdampak, Munipa (45), mengatakan tanda-tanda longsor sudah terasa sejak pagi hari. Ia mengaku sempat mendengar suara retakan dari bagian dapur rumahnya sekitar pukul 10.00 WIB.
“Saya dengar suara kretek-kretek dari dapur sekitar jam 10 pagi. Saya langsung bilang ke anak jangan ke dapur karena takut runtuh,” ujar Munipa saat ditemui di lokasi.
Ia mengaku sempat meninggalkan dapur rumahnya karena khawatir terjadi longsor. Namun sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kembali dari melaksanakan salat Zuhur, ia mendapati bagian dapur rumahnya sudah ambruk.
“Pas saya lihat ke dapur sudah besar retakannya. Saya mau ambil barang-barang, tapi tiba-tiba langsung longsor,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, dapur dan salah satu kamar rumahnya rusak parah. Sejumlah perabotan rumah tangga seperti peralatan dapur dan pakaian juga hanyut terbawa arus sungai.
“Alat dapur semuanya hanyut, baju juga. Dapur juga hancur,” tuturnya.
Munipa bersama keluarganya kini terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat karena khawatir terjadi longsor susulan.
“Sementara saya ngungsi ke rumah saudara. Harapannya semoga cepat dapat bantuan,” ujarnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







