Warga lainnya, Kaji (48), mengatakan longsor terjadi saat hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut pada siang hari.
“Sekitar jam satu siang masih hujan deras. Tanahnya sudah labil karena dari semalam hujan terus dan air sungai juga besar, akhirnya longsor,” kata Kaji.
Menurutnya, terdapat empat rumah warga yang terdampak longsor di lokasi tersebut. Namun satu rumah mengalami kerusakan paling parah karena sebagian bangunannya sudah jatuh ke bawah.
“Yang terdampak ada empat rumah. Yang paling parah rumah milik Pak Rosidi. Sebagian dapurnya sudah runtuh terbawa arus,” jelasnya.
Selain rumah milik Rosidi, rumah warga lain yang ikut terdampak yakni milik Black, Safarudin, dan Tomi.
Kaji menambahkan kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga warga khawatir terjadi longsor susulan, terlebih debit air Sungai Ciujung masih tinggi.
“Tanahnya masih labil dan masih bisa longsor lagi. Air sungai juga masih besar,” ujarnya.
Hingga Sabtu (7/3/2026) sore, warga mengaku belum ada petugas dari pemerintah yang datang meninjau lokasi kejadian. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk membantu warga terdampak.
“Kami berharap pihak desa atau pemerintah terkait bisa segera datang meninjau dan membantu warga yang terdampak,” pungkas Kaji. (Bud)
Halaman : 1 2







