POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang, Banten, mengunjungi korban kecelakaan mobil Isuzu Elf yang mengangkut rombongan manasik haji anak-anak TK Nurul Bahari di Puskesmas Saketi, Rabu (21/10/2026). Dari lima korban luka ringan, satu anak berusia enam tahun masih menjalani observasi medis di RSUD Berkah Pandeglang.
Kecelakaan yang melibatkan mobil Isuzu Elf, bus Murni Jaya, dan sepeda motor Honda PCX itu terjadi di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, Kampung Sindang Reret, Desa Girijaya, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 09.00 WIB.
Polisi menduga kecelakaan tersebut berkaitan dengan gangguan sistem pengereman mobil Isuzu Elf. Namun, dugaan rem blong itu belum dipastikan sebagai penyebab kecelakaan karena penyelidikan masih berlangsung.
Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pandeglang, Ipda Fiat Justitia, mengatakan sebagian besar korban telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang. Sementara itu, seorang anak bernama Alul Quro (6) masih menjalani observasi di rumah sakit.
“Sudah pada pulang, kecuali yang di RS Berkah. Anak Alul Quro, 6 tahun, masih observasi,” kata Fiat saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Fiat menjelaskan, lima korban luka ringan terdiri dari satu anak dan empat orang dewasa. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
“Untuk penyebab sementara masih dalam proses penyelidikan. Namun, diduga rem kendaraan Isuzu Elf mengalami blong,” ujarnya.
Kronologi masih diselidiki
Berdasarkan informasi awal kepolisian, mobil Isuzu Elf tersebut mengangkut sekitar 24 orang yang hendak mengikuti kegiatan manasik haji. Kendaraan itu terlibat kecelakaan dengan bus Murni Jaya dan sepeda motor Honda PCX di ruas Jalan Raya Pandeglang-Labuan.
Benturan mengakibatkan bagian depan mobil Elf mengalami kerusakan cukup parah. Dalam rekaman video yang diterima redaksi, bagian depan kendaraan terlihat ringsek. Seorang korban juga dilaporkan sempat terjepit sebelum berhasil dievakuasi.
Petugas Satlantas Polres Pandeglang mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi dan menangani korban. Kendaraan yang terlibat juga diamankan untuk mendukung proses penyelidikan.
Meski dugaan gangguan pengereman mengemuka, polisi masih perlu memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan. Pemeriksaan kendaraan dan pengumpulan keterangan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.
Polisi imbau pengemudi periksa kendaraan
Fiat mengatakan, Satlantas Polres Pandeglang terus melakukan upaya pencegahan kecelakaan melalui imbauan dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pengemudi, pelajar, serta komunitas pengguna jalan.
Polisi juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Jasa Raharja, untuk meninjau titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Ia mengimbau pengemudi memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum bepergian, terutama ketika membawa penumpang dalam jumlah banyak.
Pemeriksaan sistem pengereman dan komponen keselamatan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan. Namun, dalam kasus di Saketi ini, penyebab pasti kecelakaan tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian. (Red)







