DPRD, lanjut dia, berharap adanya koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan instansi terkait agar informasi terkini mengenai kondisi WNI di wilayah konflik dapat terus diperbarui.
“Kami berharap dinas terkait bisa terus menginformasikan perkembangan kepada kami, sehingga kami juga bisa meng-update kondisi di sana seperti apa,” ucapnya.
Juwita kembali menegaskan agar WNI, khususnya yang berasal dari Lebak, memprioritaskan keselamatan dengan mencari tempat aman serta mematuhi seluruh arahan otoritas resmi Indonesia di luar negeri.
“Intinya tetap tenang, cari tempat yang aman, dan ikuti arahan KBRI. Di sana sudah ada perwakilan pemerintah yang memastikan keamanan warga kita,” tandasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Beritasatu.com, sebanyak 351 warga Kabupaten Lebak tercatat bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di 16 negara. Sebagian di antaranya berada di kawasan Timur Tengah.
Adapun rincian data PMI asal Kabupaten Lebak di luar negeri sebagai berikut:
Arab Saudi 199 orang, Bahrain 1 orang, Brunei Darussalam 9 orang, Hong Kong 17 orang, Jepang 19 orang, Korea Selatan 1 orang, Kuwait 5 orang, Malaysia 29 orang, Qatar 2 orang, Singapura 19 orang, Slovakia 2 orang, Taiwan 38 orang, Turki 7 orang, Uni Emirat Arab 1 orang, Yordania 1 orang, dan Zambia 1 orang. (***)
Halaman : 1 2







