Kemensos Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta untuk Suryadi, Warga Lebak yang 15 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp20 juta kepada Suryadi (38), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membangun kembali rumah Suryadi yang selama ini masuk kategori rumah tidak layak huni.

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp20 juta kepada Suryadi (38), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membangun kembali rumah Suryadi yang selama ini masuk kategori rumah tidak layak huni.

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Lebak menyalurkan bantuan program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp20 juta kepada Suryadi (38), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (7/8/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk membangun kembali rumah Suryadi yang selama ini masuk kategori rumah tidak layak huni.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, didampingi pendamping Program Kementerian Sosial, Camat Warunggunung, pemerintah desa, serta sejumlah pihak terkait. Bantuan diserahkan di gubuk reyot yang selama ini dihuni Suryadi bersama istri dan dua anaknya.

Lela mengatakan, bantuan tersebut merupakan realisasi usulan yang sebelumnya diajukan kepada Kementerian Sosial. Program itu berasal dari anggaran hibah Kemensos untuk penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat miskin yang memenuhi persyaratan administrasi.

“Hari ini kami merealisasikan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu untuk Pak Suryadi. Ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang telah diajukan kepada Kementerian Sosial,” kata Lela kepada PojokBanten.com saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, setiap pengajuan bantuan sosial harus melalui tahapan administrasi dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat diharapkan memahami bahwa pencairan bantuan tidak dapat dilakukan secara instan.

Menurut Lela, proses penyaluran bantuan kepada Suryadi sempat mengalami keterlambatan. Jika dalam kondisi normal realisasi bantuan ditargetkan selesai maksimal satu bulan sejak usulan dinyatakan lengkap, kali ini proses memakan waktu sekitar tiga bulan karena petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis program di tingkat kementerian belum rampung.

“Prosesnya bukan tidak diproses, tetapi harus menunggu regulasi dan petunjuk teknis selesai terlebih dahulu. Setelah itu bantuan langsung direalisasikan,” ujarnya.

Lela juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah desa, aparatur wilayah, hingga masyarakat dalam mendeteksi warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan agar tidak luput dari perhatian pemerintah.

Menurut dia, Dinas Sosial memiliki keterbatasan sumber daya sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendata warga yang membutuhkan bantuan.

Ia menekankan, calon penerima bantuan harus memiliki administrasi kependudukan yang lengkap dan terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Apabila ditemukan warga yang belum memiliki identitas kependudukan, pemerintah desa diminta segera memfasilitasi pengurusannya agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial.

“Kami berharap jika ada warga dengan kondisi seperti Pak Suryadi, segera dilaporkan. Pemerintah desa, masyarakat, maupun pihak lain bisa membantu memastikan administrasi kependudukannya lengkap sehingga dapat diusulkan memperoleh bantuan,” katanya.

Sementara itu, Suryadi mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Selama bertahun-tahun ia hanya bisa berharap memiliki rumah yang layak untuk ditempati bersama keluarganya.

“Alhamdulillah, apa yang selama ini saya harapkan untuk memiliki rumah yang layak akhirnya bisa terwujud,” ujar Suryadi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang lebih layak.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Camat Warunggunung, Kepala Desa Sukarendah, petugas desa, Ketua DPRD Lebak, masyarakat, dan semua pihak yang sudah membantu saya,” katanya.

Sebelumnya, kisah Suryadi menyita perhatian publik setelah diketahui selama kurang lebih 15 tahun tinggal di sebuah gubuk berukuran sekitar 3 x 4 meter yang nyaris roboh bersama istri dan dua anaknya.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu itu juga mengalami cedera tulang punggung akibat terjatuh dari pohon kecapi saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Kondisi tersebut membuat kemampuannya bekerja menjadi terbatas.

Rumah yang ditempatinya terbuat dari kayu dan anyaman bambu yang telah lapuk. Bangunan terlihat miring dan sebagian sisinya harus disangga dengan tiang agar tidak roboh. Saat hujan turun, air masuk melalui atap yang bocor sehingga keluarganya selalu dihantui rasa khawatir bangunan ambruk sewaktu-waktu.

Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi Suryadi dan keluarganya untuk memperoleh tempat tinggal yang lebih aman dan layak, sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mendeteksi warga yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem. (Red)

Popular

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78
Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional
Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes
Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial
Penerima Bansos Beras di Lebak Naik 20 Persen, Bulog Siapkan 6.612 Ton untuk 220.428 Orang
Hari Anak Nasional, Siswa Masih Belajar di Kelas Rusak, DPRD Pandeglang Desak Disdikpora Berbenah
Ade Rossi: Bullying Bukan Kenakalan, tetapi Kejahatan HAM; Sekolah Diminta Perkuat Satgas Pencegahan

Popular

Selasa, 1 September 2026 - 03:53

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:07

Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:23

Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:15

Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56

Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial

Berita Terbaru