Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim durian tengah berlangsung di Kabupaten Lebak, Banten. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat tidak terburu-buru mengonsumsi durian setelah melakukan aktivitas fisik berat dan mengatur jumlah konsumsinya.

Musim durian tengah berlangsung di Kabupaten Lebak, Banten. Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat tidak terburu-buru mengonsumsi durian setelah melakukan aktivitas fisik berat dan mengatur jumlah konsumsinya.

POJOKBANTEN.COM, LEBAK- Aroma khas durian mulai memenuhi sejumlah wilayah di Provinsi Banten, termasuk Kabupaten Lebak yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah tersebut. Bagi masyarakat, musim durian menjadi momen yang ditunggu untuk menikmati buah dengan rasa legit dan aroma menyengat.

Namun, di tengah musim durian yang mulai ramai, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengonsumsi durian setelah melakukan aktivitas fisik berat.

Imbauan itu mencuat setelah seorang ibu rumah tangga berinisial MR (50), warga Kampung Ketug Girang, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, meninggal dunia seusai mengikuti perlombaan tarik tambang dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

MR mengikuti lomba tarik tambang bersama sejumlah ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya sekitar pukul 14.00 WIB. Seusai perlombaan, kondisi tubuhnya disebut menurun dan korban mengeluhkan lemas.

Sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan, korban disebut sempat mengonsumsi durian dan minuman dingin. Informasi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai kemungkinan hubungan antara konsumsi durian dan kondisi tubuh setelah melakukan aktivitas berat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak meminta masyarakat tidak buru-buru menyimpulkan bahwa durian menjadi penyebab gangguan kesehatan atau kematian tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Nurlaelasari, mengatakan kondisi seseorang setelah melakukan aktivitas fisik berat harus dilihat secara menyeluruh.

“Setelah melakukan aktivitas fisik berat, kondisi tubuh bisa saja belum stabil. Misalnya tekanan darah meningkat atau tubuh mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan,” kata Nurlaelasari kepada PojokBanten.com, Selasa (18/8/2026).

Menurut Nurlaelasari, durian tidak secara otomatis berbahaya bagi orang yang baru melakukan aktivitas fisik. Persoalannya terletak pada kondisi tubuh, jumlah konsumsi, serta penyakit penyerta yang mungkin dimiliki seseorang.

Durian mengandung gula, lemak, dan kalium. Kandungan tersebut membuat konsumsi buah itu perlu diperhatikan, terutama oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Secara langsung tidak, tetapi karena kandungan gula, lemak, dan kaliumnya tinggi, hal itu dapat meningkatkan risiko pada orang-orang tertentu yang memiliki penyakit penyerta,” ujarnya.

Karena itu, Dinkes Lebak tidak meminta masyarakat menghindari durian. Masyarakat hanya diminta tidak menjadikan rasa lapar atau keinginan menikmati durian sebagai alasan untuk mengabaikan kondisi tubuh setelah beraktivitas berat.

Nurlaelasari menganjurkan masyarakat memberikan jeda sekitar satu hingga dua jam setelah olahraga atau aktivitas fisik berat sebelum mengonsumsi durian.

Pada masa pemulihan tersebut, kebutuhan cairan juga perlu dipenuhi dengan minum air putih yang cukup.

“Disarankan istirahat dulu satu sampai dua jam, minum air putih yang cukup, baru mengonsumsi durian. Konsumsinya juga jangan berlebihan, cukup satu sampai dua biji,” katanya.

Aktivitas fisik berat dapat membuat tubuh kehilangan cairan dan mengalami perubahan kondisi fisiologis. Dalam kondisi tersebut, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali ke keadaan yang lebih stabil.

Keluhan seperti lemas, pusing atau rasa tidak nyaman setelah beraktivitas juga sebaiknya tidak diabaikan. Masyarakat dianjurkan beristirahat dan memastikan kondisi tubuh membaik sebelum kembali melakukan aktivitas atau mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Kewaspadaan terutama diperlukan bagi masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi atau penyakit jantung.

“Terutama bagi penderita tekanan darah tinggi atau penyakit jantung, harus lebih berhati-hati. Pastikan tubuh sudah beristirahat dan kebutuhan cairan tercukupi sebelum mengonsumsi durian,” kata Nurlaelasari.

Dinkes Lebak juga menegaskan bahwa kematian MR tidak dapat langsung dikaitkan dengan konsumsi durian.

Menurut Nurlaelasari, diperlukan penilaian medis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab seseorang mengalami gangguan kesehatan atau meninggal dunia. Kelelahan setelah aktivitas fisik, dehidrasi, perubahan tekanan darah, serta penyakit penyerta merupakan sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

“Dalam kasus seseorang yang pingsan setelah melakukan aktivitas fisik dan kemudian mengonsumsi durian, kondisi tersebut tidak bisa langsung dikaitkan dengan buah durian semata,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak membangun kesimpulan kesehatan hanya berdasarkan urutan kejadian. Seseorang yang jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan tertentu belum tentu mengalami gangguan kesehatan akibat makanan tersebut.

Di tengah musim durian, masyarakat tetap dapat menikmati buah tersebut. Namun, kenikmatan itu perlu disertai kesadaran untuk membaca kondisi tubuh sendiri.

Dengan kata lain, setelah tubuh dipaksa bekerja keras dalam aktivitas fisik, jangan buru-buru mengejar durian. Beri tubuh waktu untuk beristirahat, cukup minum air putih, kemudian konsumsi dalam jumlah wajar. (Red)

Popular

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78
Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual
Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional
Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial
Penerima Bansos Beras di Lebak Naik 20 Persen, Bulog Siapkan 6.612 Ton untuk 220.428 Orang
Kemensos Salurkan Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta untuk Suryadi, Warga Lebak yang 15 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot
Hari Anak Nasional, Siswa Masih Belajar di Kelas Rusak, DPRD Pandeglang Desak Disdikpora Berbenah
Ade Rossi: Bullying Bukan Kenakalan, tetapi Kejahatan HAM; Sekolah Diminta Perkuat Satgas Pencegahan

Popular

Selasa, 1 September 2026 - 03:53

Peluit, Senyum, dan Hampers: Cara Polwan Poles Pandeglang Rayakan HUT ke-78

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:07

Polwan Goes to School, Polres Pandeglang Ingatkan Pelajar Bahaya Bullying dan Kekerasan Seksual

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:23

Guru Kemenag Punya Wadah Bersama, Fahru Rijal Asal Pandeglang Masuk Kepengurusan Nasional

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:15

Musim Durian di Lebak, Jangan Langsung Makan Usai Aktivitas Berat, Ini Penjelasan Dinkes

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56

Pemkab Lebak Beri Kado HUT RI, 3.450 Pekerja Rentan Bakal Dapat Jaminan Sosial

Berita Terbaru